JAGAT RAYA DAN TATA SURYA

Teori Terjadinya Jagad Raya

1. Big bang theory
Big Bang merupakan salah satu teori tentang awal pembentukan jagat raya. Teori ini menyatakan bahwa jagat raya dimulai dari satu ledakan besar dari materi yang densitasnya luar biasa besar dan merupakan ledakan Kosmik yg berasal dari Nebula ini dan meledak kesegala penjuru dengan mengeluarkan gas-gas. Gas-gas tersebut kemudian membentuk galaxy-galaxy,bintang-bintang dan planet-planet. Impilikasinya jagat raya punya awal dan akhir. Teori ini terus-menerus dibuktikan kebenarannya melalui sejumlah penemuan, dan diterima oleh sebagian besar astrofisikawan masa kini.Teori ini juga menganggap bahwa alam semesta ini terjadi akibat dari ledakan segumpal zat raksasa. Dengan kata lain bahwa alam semesta ini asalnya berupa 1 benda raksasa saja ,kemudian pecah akibat tekanan tenaga dalam di tengah-tengahnya,sehingga pecah menjadi berkeping-keping.kepingan-kepingan itu menjadi benda-benda alam. Model yang ketiga adalah Model Dentuman Besar (Big Bang). Menurut model ini, pada suatu saat, semua materi di dalam alam semesta terpadatkan dalam massa satu titik yang mempunyai volume nol karena gaya gravitasinya sangat besar. Alam semesta yang ada sekarang muncul dari ledakan massa yang mempunyai volume nol tersebut. Model Big Bang mulai dirintis sejak ditemukannya perhitungan oleh Alexandra Friedman, seorang ahli fisika Rusia, pada tahun 1922, yang menunjukkan ketidakstatisan struktur alam semesta dan impuls kecil pun mungkin cukup menyebabkan struktur keseluruhan mengembang atau mengerut menurut Teori Relativitas Einstein


2. Steady State theory
Teori ini mengatakan bahwa alam semesta ini sudah ada sejak dulu dalam susunan seperti sekarang ini, dan zat-zat terus-menerus terbentuk. Dengan kata lain alam semesta  tidak punya awal dan akhir. It is always the same (on average) dengan dibuktikan adanya radiasi latar belakang yaitu pada bagian alam semesta yang menjadi kemungkinan batas alam semesta terdapat batasan yang disebut latar belakang. Radiasinya dilihat pinggir alam semesta itu punya sudut kelengkungan yang kurang dari 1,5 derajat (membuktikan adanya bagian bulat) juga dari ada tiada menjadi ada (bukti bahwa alam semesta dari ada menjadi ada hanya dari ledakan) dilihat juga penyebaran galaksi dan bentuk awal galaksi yang semula kecil hanya terdiri dari unsur helium saja dan atau hidrogen saja mengembang dari himpitan antar atom pada keadaan vakum hingga menjadi ledakan pada beberapa galaksi dan galaksi muda yang berbentuk masih bulat(bentuk awal) serta peluruhan atom utama pada bintang yang berpijar masih terdapat unsur helium pada hasil peluruhan, oksigen yang ada ketika ada asteroid dan hidrogen pada tenaga peraksi energi bintang.
3. Ocilating Theory
Selama berabad-abad, para astronom berusaha menemukan jawaban tentang pembentukan alam semesta. Salah satu model alam semesta yang pernah dicetuskan para ahli adalah Model Alam Semesta Berosilasi. Menurut model ini, pengembangan alam semesta saat ini akan berbalik pada suatu waktu menjadi pengerutan. Pengerutan ini menyebabkan segala sesuatu runtuh menjadi satu titik tunggal yang selanjutnya meledak lagi dan memulai pengembangan baru. Siklus ini akan berulang dalam waktu tak terbatas. Dengan kata lain, alam semesta ada selamanya dan mengalami siklus mengembang-runtuh berulang-ulang. Namun, hasil riset selama 15-20 tahun menunjukkan alam semesta berosilasi tidak mungkin terjadi. Hukum fisika tidak dapat menerangkan mengapa alam semesta yang mengerut dan runtuh dalam satu titik tunggal harus mengembang lagi atau bahkan lebih jauh, mengapa alam semesta yang mengembang harus mengerut lagi.
Teori Terjadinya Tata Surya

1. Hipotesis Nebula

Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant(1724-1804) pada tahun 1775. Immanuel berpendapat bahwa “That solar system comes from one gas ball of high temperature and rotates slowly. “The slow rotation that high spesific weight. The concentration is called core, that big lies in the middle while the smaller part is found around earth core. Because of colling prosses, the core with smlall volume become planets, while core that has by volume become sun”. “Tata surya berasal dari suatu bola gas dengan suhu tinggi dan berputar lambat. Perputaran lambat dikarenakan berat jenisnya. Konsentrasi itu disebut inti. Inti yang besar itu berada ditengah saat bagian yang lebih kecil ditemukan mengitari inti bumi. Karena proses pendinginan, volume yang lebih kecil disebut planet saat inti itu menjadi matahari” dan pernyataan ini lebih dikenal dengan KANT THEORY.
Kemudian hipotesis ini disempurnakan oleh Pierre Marquis de Laplace pada tahun 1796. Pierre menyatakan bahwa “Our solar system comes from gas ball (nebula) that has high temperature and rotates fast. Because of fast rotation, some of the fog or gas ball mass escape. The part that is escaped keep rotates, because the influence of cooling longer charges to be planets”. “tata surya kita berasal dari bola gas (nebula) yang bersuhu tinggi dan berotasi cepat. Karena rotasi cepat itu, beberapa massa kabut atau bola gas terlepas. Bagian yang terlepas tadi tetap berputar, karena pengaruh dari pendinginan yang lama, berubah jadi planet”

2. Hipotesis Planetsimal

Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlain dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa tata surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang hampir menabrak matahari.

3. Hipotesis pasang surut

Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jean dan Herold Jaffries pada tahun 1917. Hipotesis pasang surut bintang sangat mirip dengan hipotesis planetisimal. Namun perbedaannya terletak pada jumlah awalnya matahari.

4. Hipotesis Kondensasi

Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

5. Hipotesis Bintang Kembar

Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. serpihan itu akan terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.



JAGAD RAYA
  1. Pengertian Jagad Raya
Jagad raya adalah ruangan yang maha luas, yang tak dapat diketahui atau dibayangkan luasnya. Jagad raya diduga bentuknya melengkung dan dalam keadaan memuai serta terdiri atas galaksi-galaksi atau sistem-sistem bintang yang jumlahnya ribuan.

  1. Pengertian Galaksi
Galaksi adalah kumpulan bintang, planet, gas, debu, nebula, dan benda-benda langit lainnya yang membentuk “pulau-pulau” di dalam ruang hampa jagat raya.

  1. Ciri-ciri Galaksi
  2. Galaksi mempunyai cahaya sendiri bukan cahaya pantulan.
  3. Galaksi-galaksi lainnya dapat terlihat berada di luar galaksi Bimasakti
  4. Jarak antara galaksi yang satu dengan yang lainnya jutaan tahun cahaya
  5. Galaksi mempunyai bentuk-bentuk tertentu, misalnya: bentuk spiral, bentuk elips, danbentuk tidak beraturan (irregular galaxis).
  6. Bentuk-bentuk Galaksi
Pada tahun 1936, dalam buku The Realm of Nebulae, Hubble membuat pengelompokan galaksi dengan sistem yang lebih dikenal sebagai diagram garpu tala (tuning fork diagram). Sistem ini adalah yang pertama dibuat dan yang paling umum dipakai hingga saat ini. Dalam penggolongan ini, secara umum terdapat empat kelas galaksi, yaitu galaksi elips, lenticular, spiral, dan irregular untuk galaksi yang memiliki bentuk tidak beraturan.

  1. Galaksi elips memiliki bentuk bundar/elips dan tidak terlihat memiliki piringan pada strukturnya. Menurut Hubble, galaksi elips ini dibagi dalam subkelas berdasarkan bentuknya. Penamaannya menggunakan kode En, dengan E berarti elips, sedangkan n menunjukkan perbandingan antara sumbu mayor (a) dan minor (b) galaksi dengan rumusan n = 10 [1 - (b/a)]. Artinya, galaksi elips yang terlihat bundar dinamakan E0, sedangkan galaksi elips yang sumbu mayornya sebesar dua kali sumbu minornya dinamakan E5, dan seterusnya semakin pipih hingga E7.
  2. Galaksi lenticular adalah galaksi berbentuk piringan yang merupakan peralihan antara elips dan spiral. Galaksi ini diberi kode S0. Galaksi lenticular ini memiliki bagian inti yang elips dan memperlihatkan adanya struktur piringan, namun pada bagian piringannya tidak terdapat lengan spiral.
  3. Kelas galaksi berikutnya adalah galaksi spiral, yaitu galaksi yang berbentuk piringan dan mempunyai struktur lengan spiral. Kode penamaannya adalah S. Galaksi kelas lenticular dan spiral ini terkadang memiliki struktur bar pada piringannya. Untuk itu Hubble memberikan tambahan kode B pada penamaan masing-masing kelas galaksi yang memiliki bar: SB0 untuk galaksi lenticular dan SB untuk galaksi spiral.
Galaksi spiral normal (S) dan dengan bar (SB), terbagi lagi dalam subkelas a, b, dan c, yang dibedakan menurut dua hal berikut: (1) perbandingan kecerlangan antara komponen bulge dan piringan; dan (2) seberapa dekat jarak antar lengan spiral. Galaksi kelas Sa memiliki bulge lebih besar dan lengan spiral yang lebih rapat jika dibandingkan dengan galaksi kelas Sb dan Sc. Hal yang sama juga berlaku untuk galaksi spiral dengan bar (SB).




  1. Jenis-jenis Galaksi

Bima Sakti




Pusat galaksi di arah rasi Sagitarius. Bintang-bintang utama dalam rasi Sagitarius ditandai dengan titik merah. Tampak bahwa terdapat penampakan seperti bayangan hitam di tengah yang dikelilingi oleh semacam “aura” cemerlang. Bayangan hitam itulah yang menjadi asal usul nama “Bima Sakti”.
Bima Sakti (dalam bahasa Inggris Milky Way, yang berasal dari bahasa Latin Via Lactea, diambil lagi dari bahasa Yunani Γαλαξίας Galaxias yang berarti “susu”) adalah galaksi spiral yang besar termasuk dalam tipe Hubble SBbc dengan total masa sekitar 1012 massa matahari, yang memiliki 200-400 milyar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya. Jarak antara matahari dan pusat galaksi diperkirakan 27.700 tahun cahaya. Di dalam galaksi bima sakti terdapat sistem Tata Surya, yang didalamnya terdapat planet Bumi tempat kita tinggal. Diduga di pusat galaksi bersemayam lubang hitam supermasif (black hole). Sagitarius A dianggap sebagai lokasi lubang hitam supermasif ini. Tata surya kita memerlukan waktu 225–250 juta tahun untuk menyelesaikan satu orbit, jadi telah 20–25 kali mengitari pusat galaksi dari sejak saat terbentuknya. Kecepatan orbit tata surya adalah 217 km/d.
Di dalam bahasa Indonesia, istilah “Bima Sakti” berasal dari tokoh berkulit hitam dalam pewayangan, yaitu Bima. Istilah ini muncul karena orang Jawa kuno melihatnya sebagai bayangan hitam yang dikelilingi semacam “aura” cemerlang. Sementara itu, masyarakat Barat menyebutnya “milky way” sebab mereka melihatnya sebagai pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut atau “aura” cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan jutaan bintang dan juga sevolume besar debu dan gas yang terletak di piringan/bidang galaksi. Pita ini tampak paling terang di sekitar rasi Sagitarius, dan lokasi tersebut memang diyakini sebagai pusat galaksi.
Diperkirakan ada 4 spiral utama dan 2 yang lebih kecil yang bermula dari tengah galaksi. Dan dinamakan sebagai berikut:

 


Gambar sinar-x Bima Sakti yang diambil oleh Observatorium sinar-X Chandra

GALAKSI SOMBRERO


Galaksi Daftar galaksi
  Galaksi Sombrero (M104)
Gambar atas jasa baik NASA
Data observasi
(Epoch J2000)
Tipe SA(s)a[1]
Asensio rekta 12h 39m 59.4s[1]
Deklinasi -11° 37′ 23″[1]
Jarak 30 juta tahun cahaya[2][3]
Pergeseran merah 1024 km/detik[1]
Magnitudo tampak (V) +8.3
Dimensi tampak (V) 8.7′ × 3.5′[1]
Konstelasi Virgo
Karakteristik fisik
Radius ~38,000 tahun cahaya
Magnitudo mutlak (V) 12
Fitur penting none
Penamaan lain
M 104, NGC 4594, PGC 042407, UGCA 293[1]


c.Galaksi Dolar Perak (Silvery Coin)
Berupa galaksi spiral pipih, kira-kira sejauh 13 juta tahun cahaya.

d.Galaksi Roda Biru (Blue pin Wheel)
Galaksi yang bergangsing (berputar) di daerah Trianggulum, kira-kira sejauh 2 juta tahun cahaya.

e.Galaksi Pusaran Air
Sebagai galaksi spiral yang terlentang dan didampingi oleh pengiring, yakni sebuah galaksi tidak teratur.

f.Kabut Magellan (Magellanic Clouds)
Gugus bintang ini disebut kabut Magellan, karena ditemukan oleh Magellan pada tahun 1519, berupa galaksi-galaksi yang terletak di konstelasi Dorado dan Tucan.


TATA SURYA
  1. Pengertian Tata Surya
Tata surya merupakan suatu susunan yang terdiri dari matahari sebagai pusat dan plenat planet beserta benda-benda lain yang mengelilinya


  1. Matahari



     Matahari adalah pusat dalam tata surya kita dalam teori haliosentris yang diakui selama ini. Matahari merupakan sebuah bintang karena dapat menghasilkan cahaya sendiri. Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan bumi, tapi, matahari sebenarnya tidaklah terlalu besar dengan ‘hanya’ berjari-jari 696.000.000 m dibandingkan dengan bintang-bintang lain yang berjarak jutaan tahun cahaya dari bima sakti.
        Matahari memamcarkan energi berupa gelombang elektromagnetik berupa infra merah, sinar X, sinar ulra violet dan sinar gamma. Matahari mendapat energi yang luar biasa dari reaksi fusi. Empat atom hydrogen menjadi hanya satu atom helium.
  • Lapisan Matahari
Matahari terdiri dari gas yang memiliki kepadatan berbeda yang menyebabkan matahari berlapis lapis. Dan lapisannya antara lain:
  1. lapisan radiatif (inti), memiliki suhu 15.000.000˚C. di dalamnya terjadi reaksi fusi

  1. lapisan fotosfer, merupakan lapisan matahari yang berwarnya putih dan bersuhu 6000˚C. Lapisan ini adalah yang biasa kita lihat yang disebut cakram serta memiliki ketebalan 320 km.

  1. lapisan kromosfer, lapisan ini merupakan salah satu atmosfer matahari, lapisan ini memancarkan warna merah dari hydrogen dengan suhu dibawah 5000˚C dan dengan kedalaman 12 km dari permukaan matahari
  2. lapisan korona, ini merupakan lapisan terluar matahari yang juga merupakan atmosfer matahari. Korona akan terlihat jelas pada saat gerhana matahari total.

  • Aktifitas matahari
  1. gumpalan fotosfer (granulasi fotosfer)
Merupakan semburan api yang menggumpal, jika semburan itunbesar hingga terlihat sampai bumi, dapat mengakibatkan gangguan cuaca. Gumpalan ini berasal dari ini, karma sangat panas, gumpalan ini bergerak hingga ke fotosfer

  1. noda matahari (sun spot)
Noda matahari terjadi di fotosfer yang diakibatkan oleh asupan panas dari ini yang lambat, dan ini juga berpengarug pada bumi, yaitu menyebabkan musim dingin yang panjang. Noda ini bertahan lama dan dapat hilang karena daur tertentu yang disebut dau matahari yang lamanya rata-rata 11 tahun.

  1. flare (kantar)
Merupakan letupan cahaya terang berupa penyemburan partikel-partikel bermuatan listrik di permukaan matahari. Kantar dapan menyebabkan gangguan televise dan radio, dan kantar juga disebut angin matahari. Saat partikel-partikel itu disemburkan, banyak yang tidak sampai ke bumi malah terperngkap oleh medan magnet bumi bagian sabuk Van Allen, yakni sabuk radiasi yang mengelilingi bumi.
Partikel yang lolos akan menghasilkan aurora berupa pita merah, bitu, hijau di kutub utara dan selatan. Hal ini disebabkan karena partikel matahari bertabrakan dengan hydrogen dan nitrogen yang ada di lapisan bumi.

  1. lidah api
Lidah api di fotosfer terkadang mengembang hingga ribuan kilometer. Kegiatan yang terjadi di kromosfer ini dikenal sebagai protoberans, yang merupakan ledakan kecil yang mendadak terjadi dan lenyap, tergantung dari medan magnet matahari. Kromosfer juga memperlihatkan hal yang sama dengan skala lebih kecil disebut spikula, dan gerakan spikula tersebut tampak sebagai sel-sel kasar disebut supergranulasi.
Aktivitas terbesar matahari yaitu prominensa, yang berarti kemilau aliran hidrodgen yang terpancar dari korona hingga tibuan kilometer.

       

  1. Planet
  • Menurut IAU (Persatuan Astronomi Internasional), terdapat delapan planet dalam sistem Tata Surya:
  1. Merkurius
  2. Venus
  3. Bumi
  4. Mars
  5. Yupiter
  6. Saturnus
  7. Uranus
  8. Neptunus
  • Sesuatu dapat dikatakan sebagai planet bila:
  1. mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang
  2. mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar   dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat)
  3. tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium di intinya.
  4. telah “membersihkan lingkungan” (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya.
     
  • Penjelasan planet penghuni tata surya antara lain :
Merkurius
1. memiliki jari-jari 2430 km
2. kala rotasi 56 hari.
3. kala revolusi 88 hari
4. Planet ini tak bersatelit.
5. planet ini bermassa 0.055* AU
Planet ini merupakan planet terdekat dengan matahari dengan jarak hanya sekitar 57,9 x 10 km.
Venus
1. memiliki jari-jari 6052 km
2. kala rotasi 243 hari.
3. kala revolusi 224.7 hari
4. Planet ini tak bersatelit.
5. planet ini bermassa 0.815* AU (ing: astronomical unit).
Planet terdekat kedua dari matahari setelah Merkurius. Planet ini sangat tidak bersahabat dengan manusia, karena suhu disana yang sangat tinggi, tatapi, mungkin bakteri sejenis termobakteria masih dapat melangsungkan kehidupan

Bumi
1. memiliki jari-jari 6.378 km
2. kala rotasi 24 jam
3. kala revolusi 366 hari
4. Planet ini memiliki bulan sebagai satelit
5. planet ini bermassa 1 AU
Planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU. Planet ini adalah tempat tinggal kita sekarang, memiliki 78 % nitrogen dan 24% oksigen dalam atmosfernya. Planet ini adalah satu-satunya planet berpenghuni.
Mars
1. memiliki jari-jari 3.397 km
2. kala rotasi 24.5 jam
3. kala revolusi 687 hari
4. Planet ini memiliki dua satelit yaitu phobos dan deimos
5. planet ini bermassa 0.108* AU
Planet ini terdekat keempat ke Matahari. Suhu udara yang cukup rendah dan tekanan udara yang rendah, ditambah dengan komposisi udara yang sebagian besar karbondioksida, menyebabkan manusia harus menggunakan alat bantu pernafasan jika ingin tinggal di sana. Misi-misi ke planet merah ini, sampai penghujung abad ke-20, belum menemukan jejak kehidupan di sana, meskipun yang amat sederhana.
Jupiter
1. memiliki jari-jari 71.492 km
2. kala rotasi 10 jam
3. kala revolusi 12 tahun
4. Planet ini memiliki 63 satelit, Io, Europa, Ganymede, Callisto, dll.
5. planet ini bermassa 317.9* AU
Planet terdekat kelima dari matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Jarak rata-rata antara Jupiter dan Matahari adalah 778,3 juta km. Jupiter adalah planet terbesar dan terberat 318 kali massa bumi. Di permukaan planet ini terdapat bintik merah raksasa. Atmosfer Jupiter mengandung hidrogen (H), helium (He), metana (CH4), dan amonia (NH3).
Saturnus
1. memiliki jari-jari 60.268 km
2. kala rotasi 10 jam
3. kala revolusi 30 tahun
4. planet ini memiliki 56 satelit seperti Mimas, EnceladusTethys, Dione, Rhea, Titan dan Iapetus.
5. planet ini bermassa 95.2* AU
Planet keenam dalam tata surya kita, terkenal sebagai planet bercincin. Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus, dan Matahari akan berada dalam satu garis lurus. Atmosfer Saturnus tersusun atas gas amoniak dan metana. Hal ini tentu tidak memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus. Cincin Saturnus ada beribu-ribu cincin yang mengelilingi planet ini. Diperkirakan yang paling mungkin membentuk cincin-cincin itu adalah bongkahan-bongkahan es meteorit.
Uranus
1. memiliki jari-jari 25.552 km
2. kala rotasi 17,25 jam
3. kala revolusi 84.01 tahun
4. Planet ini memiliki 18 satelit alami, diantaranya Ariel, Umbriel, Miranda, Titania, dan Oberon.
5. planet ini bermassa 14.6* AU
adalah planet terjauh ke-7 dari Matahari setelah Saturnus, ditemukan pada 1781 oleh William Hechell (1738-1782). Uranus memiliki jarak dengan Matahari sebesar 2875 juta km. Uranus memiliki diameter mencapai 51.118 km dan memiliki massa 14,54 massa Bumi.
Neptunus
1. memiliki jari-jari 25.269 km
2. kala rotasi 16 jam
3. kala revolusi 164.8 tahun
4. Planet ini memiliki 8 buah satelit, diantaranya Triton, Proteus, Nereid, dan Larissa.
5. planet ini bermassa 17.2* AU
Planet terjauh (kedelapan) jika ditinjau dari Matahari. Neptunus memiliki jarak rata-rata dengan Matahari sebesar 4.450 juta km. Neptunus memiliki diameter mencapai 49.530 km dan memiliki massa 17,2 massa Bumi.. Bentuk planet ini mirip dengan Bulan dengan permukaan terdapat lapisan tipis silikat.
  • Planet katai atau planet kerdil
(bahasa Inggris: dwarf planet) adalah sebutan bagi benda-benda langit dalam Tata Surya yang sesuai dengan ciri-ciri berikut:
  1. mengorbit mengelilingi matahari
  2. mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk ekuilibrium hidrostatik (bentuk hampir bulat)
  3. belum “membersihkan lingkungan” (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya
  4. bukan merupakan satelit sebuah planet atau benda angkasa nonbintang lainnya
Kategori “planet katai” ini diciptakan pada pertemuan Persatuan Astronomi Internasional pada 24 Agustus 2006. Berdasarkan definisi ini, Pluto harus berubah statusnya dari planet menjadi planet katai karena Pluto belum mengosongkan daerah di sekitar orbitnya (Sabuk Kuiper).

·    Daftar planet katai di Tata Surya

Berikut adalah daftar benda angkasa yang telah diberikan status “planet katai” oleh IAU:
Nama
Kategori
Diameter
Massa
Plutino 2306±20 km ~1,305 × 1022 kg
Piringan tersebar 2400 km ± 100 km tidak diketahui
Asteroid 975×909 km 9,5 × 1020 kg

  1. Satelit
Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan. Sisa artikel ini akan berkisar tentang satelit buatan.

  • Jenis satelit

Satelit astronomi adalah satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi, dan objek angkasa lainnya yang jauh.

Satelit komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro. Kebanyakan satelit komunikasi menggunakan orbit geosinkron atau orbit geostasioner, meskipun beberapa tipe terbaru menggunakan satelit pengorbit Bumi rendah.

Satelit pengamat Bumi adalah satelit yang dirancang khusus untuk mengamati Bumi dari orbit, seperti satelit reconnaissance tetapi ditujukan untuk penggunaan non-militer seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dll.

Satelit navigasi adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi. Salah satu satelit navigasi yang sangat populer adalah GPS milik Amerika Serikat selain itu ada juga Glonass milik Rusia. Bila pandangan antara satelit dan penerima di tanah tidak ada gangguan, maka dengan sebuah alat penerima sinyal satelit (penerima GPS), bisa diperoleh data posisi di suatu tempat dengan ketelitian beberapa meter dalam waktu nyata.

Satelit mata-mata adalah satelit pengamat Bumi atau satelit komunikasi yang digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata.

Satelit tenaga surya adalah satelit yang diusulkan dibuat di orbit Bumi tinggi yang menggunakan transmisi tenaga gelombang mikro untuk menyorotkan tenaga surya kepada antena sangat besar di Bumi yang dpaat digunakan untuk menggantikan sumber tenaga konvensional.

Stasiun angkasa adalah struktur buatan manusia yang dirancang sebagai tempat tinggal manusia di luar angkasa. Stasiun luar angkasa dibedakan dengan pesawat angkasa lainnya oleh ketiadaan propulsi pesawat angkasa utama atau fasilitas pendaratan; Dan kendaraan lain digunakan sebagai transportasi dari dan ke stasiun. Stasiun angkasa dirancang untuk hidup jangka-menengah di orbit, untuk periode mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan.

Satelit cuaca adalah satelit yang diguanakan untuk mengamati cuaca dan iklim Bumi.

Satelit miniatur adalah satelit yang ringan dan kecil. Klasifikasi baru dibuat untuk mengkategorikan satelit-satelit ini: satelit mini (500–200 kg), satelit mikro (di bawah 200 kg), satelit nano (di bawah 10 kg).

  • Jenis orbit

Banyak satelit dikategorikan atas ketinggian orbitnya, meskipun sebuah satelit bisa mengorbit dengan ketinggian berapa pun.
Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 – 1500km di atas permukaan bumi.
Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 – 36000 km.
Orbit Geosinkron (Geosynchronous Orbit, GSO): sekitar 36000 km di atas permukaan Bumi.
Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi.
Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36000 km.

Orbit berikut adalah orbit khusus yang juga digunakan untuk mengkategorikan satelit:
Orbit Molniya, orbit satelit dengan perioda orbit 12 jam dan inklinasi sekitar 63°.
Orbit Sunsynchronous, orbit satelit dengan inklinasi dan tinggi tertentu yang selalu melintas ekuator pada jam lokal yang sama.
Orbit Polar, orbit satelit yang melintasi kutub

Satelit alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya, seperti misalnya Bulan adalah satelit alami Bumi. Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingi sebuah bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusat galaksi, tetapi jarang digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami Matahari.

Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.
Mean diameter
(km)
Satellites of planets
Dwarf planet satellites
Satellites of
SSSBs
Non-satellites
for comparison
Earth
Mars
Jupiter
Saturn
Uranus
Neptune 
Pluto
Haumea
Eris
6000-8000










4000-6000








3000-4000









2000-3000









1500-2000








1000-1500







500-1000









250-500





100-250



65489 Ceto I Phorcys
617 Patroclus I Menoetius
24 more moons of TNO
50-100




50000 Quaoar I
90 Antiope I
42355 Typhon I Echidna
58534 Logos I Zoe
5 more moons of TNOs
90 Antiope I
58534 Logos
and many others
25-50





22 Kalliope I Linus
many
10-25





433 Eros
1313 Berna
and many others
less than 10







87 Sylvia I Remus
many

  1. Asteroid
Asteroid adalah benda langit kecil dan padat yang terdapat dalam sistem tata surya kita. Asteroid adalah contoh dari sejenis planet kecil (atau disebut juga planetoida), namun jauh lebih kecil dari sebua planet. Asteroid termasuk benda minor di sistem tata surya, bersama dengan komet dan meteoroid.
Asteroid terluas dalam sistem tatasurya sebelah dalam yaitu 1 Ceres, dengan diameter 975km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam yaitu Pallas dengan diameter 560 km dan Vesta memiliki diameter 391 km. Vesta merupakan asteroid sabuk paling utama yang kadang-kadnag terlihat oleh mata telanjang (pada beberapa kejadian yang cukup jarang, asteroid yang dekat dengan bumi dapat terlihat tanpa bantuan teknis. Kala revolusi asteroid rata-rata 3-4 bulan dan sebagian asteroid berkumpul diantara orbit mars dan Jupiter yang disebut sabuk asteroid.
Terdapat asteroid yang memotong orbit bumi disebut asteroid Apollo. Dan terdapat pula steroid yang mengikuti Jupiter dan objeknya disebut Trojan.
Gambar disamping adalah ceres yang berada di sabuk asteroid dengan warna abu-abu dengan bercak-bercak oranye.









Disamping adalah gambar sabuk asteroid






  1. Komet
Komet (bintang berekor)adalah benda angkasa yang mirip asteroid, tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas (karbon dioksida, metana, air) dan debu yang membeku. Komet memiliki orbit atau lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang daripada orbit planet.

Ciri fisik

Ketika komet menghampiri bagian-dalam Tata Surya, radiasi dari matahari menyebabkan lapisan es terluarnya menguap. Arus debu dan gas yang dihasilkan membentuk suatu atmosfer yang besar tetapi sangat tipis di sekeliling komet, disebut coma. Akibat tekanan radiasi matahari dan angin matahari pada coma ini, terbentuklah ekor raksasa yang menjauhi matahari.
Coma dan ekor komet membalikkan cahaya matahari dan bisa dilihat dari bumi jika komet itu cukup dekat. Ekor komet berbeda-beda bentuk dan ukurannya. Semakin dekat komet tersebut dengan matahari, semakin panjanglah ekornya. Ada juga komet yang tidak berekor.

Ciri orbit


Komet mempunyai orbit berbentuk elips. Perhatikan ia mempunyai dua ekor
Komet bergerak mengelilingi matahari berkali-kali, tetapi peredarannya memakan waktu yang lama. Komet dibedakankan menurut rentangan waktu orbitnya. Rentangan waktu pendek adalah kurang dari 200 tahun dan rentangan waktu yang panjang adalah lebih dari 200 tahun. Secara umumnya bentuk orbit komet adalah elips.
        Beberapa contoh komet
                          





Gambar diatas adalah komet Halley yang Komet Halley, secara resmi diberi nama 1P/Halley, nama umumnya diberikan menurut nama Edmund Halley, adalah suatu komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun. Komet ini merupakan komet paling terkenal di antara komet-komet periodik lainnya. Walaupun pada setiap abad banyak komet berperiode panjang yang muncul dengan lebih terang dan dahsyat, Halley adalah satu-satunya komet dengan periode pendek yang tampak dengan mata telanjang, dan karenanya merupakan komet yang tampak dengan mata telanjang yang pasti kembali dalam rentang umur manusia. Kemunculannya sepanjang sejarah memiliki pengaruh yang besar terhadap sejarah manusia, walaupun penampakannya tidak dikenali sebagai obyek yang sama sampai abad ke-17. Komet Halley terakhir muncul di tata surya pada tahun 1986, dan akan muncul kembali pada pertengahan 2061. 

                                              



Gambar diatas merupakan gambar Komet Hyakutake (kode resmi: C/1996 B2) adalah sebuah komet yang ditemukan pada 30 Januari 1996 oleh seorang pengamat astronomi amatir asal Jepang, Yuji Hyakutake. Komet ini melintasi Bumi dalam jarak yang sangat dekat pada Maret tahun tersebut (paling dekat pada 25 Maret), salah satu lintasan komet yang terdekat dalam 200 tahun, sehingga tampak terang dan dapat dilihat oleh banyak orang di sepanjang dunia.
Hasil penelitian ilmiah terhadap komet ini menunjukkan adanya emisi sinar-X dari komet tersebut; pertama kalinya sebuah komet diketahui melakukan hal tersebut. Selain itu, Hyakutake adalah komet dengan ekor terpanjang yang diketahui hingga kini.
Hyakutake adalah sebuah komet periode panjang. Sebelum perjalanannya melewati tata surya, periode orbitnya mencapai sekitar 15.000 tahun, namun pengaruh gravitasi dari planet-planet raksasa (atau “raksasa gas,” yang terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus) telah meningkatkannya hingga 72.000 tahun.


  1. Meteor
Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh. Meteor merupakan pacahan dari komet. Jika komet hancur, maka berjuta-juta meteor akan terbentuk. Bintang jatuh disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram (bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan Planet Venus, dapat disebut sebagai bolide.
Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk impact crater.
Beda lagi dengan meteorit. Meteorit adalah meteor yang tak habis di atmosfer yang jatuh ke bumi. Meteorit dibagi dua berdasarkan bahan pembentuknya, 1. meteorit logam, adalah meteorit yang terbuat dari nikel
2. meteorit aerolit, adalah meteorit yang terbuat dari    mineral menyerupai batuan beku

Disamping merupakan contoh meteorit
                                 


Disamping merupakan bekas jatuhnya meteorit yang ditemukan di arizona dengan diameter sekitar I km.






  1. Penggolongan Planet
  • Planet planet dikelompokkan menjadi sebagai berikut:
1)Berdasarkan kedudukannya terhadap bumi, blanet planet dikelompokkan menjadi planet inferior (planet yang terletak diantara matahari dan orbit bumi) dan planet superior (planet yang terletak di luar orbit bumi). Planet inferior terdiri atas Merkurius dan Venus. Sedangkan planet superior terdiri atas Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus.

2)Berdasarkan kedudukannya terhadap asteroid, planet-planet dikelompokkan menjadi planet dalam (inner planet) yang terletak antara matahri dan asteroid, yaitu Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Dan planet luar (outer planet) yang terletak di luar asteroid, yaitu Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus.

3)Berdasarkan sifat dan ukurannya, planet-planet dikelompokkan menjadi planet kebumian (terrestrial) dan planet jovian(planet raksasa).

  • Planet Kebumian terdiri atas Merkurius, Venus dan Bumi. Planet kebumian mempunyai ciri-ciri:
    a)Massanya kecil, tetapi kerapatan massanya besar (3.800 kg/m3 – 5.500 kg/m3).
b)Permukaan planet terdiri atas batuan keras dan terdapat kaah, lembah dan gunung api.
c)Jumlah atom hydrogen dan helium sedikit. Kecilnya massa planet kebumian menyebabkan gaya tarik gravitasi lemah.

Selain itu, letaknya yang relatif dekat dengan matahari menyebabkan jumlah atom hydrogen dan helium bergerak dengan kecepatan tinggi. Kombinasi antara gaya gravitasi yang lemah dan kecepatan gerak atom yang tinggi menyebabkan unsure-unsur atom ringan termasuk hirogen dan helium lepas diatas planet kebumian.
  • Planet jovian terdiri atas Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Planet Jovian mempunyai ciri :
a)Massanya besar, tetapi kerapatan massanya kecil (700 kg/m3 – 2.200 kg/m3).
b)Diselimuti oleh atmosfer yang tebal. Hydrogen dan helium merupakan unsur terbanyak. Ukuran planet yang besar menyebabkan gaya tarik gravitasinya besar sera jarak yang jauh dari matahari menyebabkan gerak atom unsur hidroen dan helium lambat. Kombinasi anara gravitasi yang kuat dan gerak atom yang lambat menyebabkan unsur-unsur atom tersebut tidak lepas dari planet jovian.

  1. Pengaruh revolusi dan Rotasi

  • Pengaruh Rotasi
  1. gerakan matahari hari timur ke barat yang disebut gerak semu harian. Disebut gerak semu karena meteheri sebenarnya tidak bergerak terhadap bumi, dan rotasi bumi-lah yang menyebabkan matahari terlihat bergerak
  2. perbedaan waktu, siang malam
  3. pemepatan bumi di bagian kutub-kutubnya
  4. mengakibatkan angina pasat dan angina barat. Ini disebabkan dari angina kutub yang arahnya berubah



  • Pengeruh revolusi
  1. pergantian musim

  1. perubahan lamanya siang malam
  2. Keduanya dipicu oleh sumbu bumi yang memiliki kemiringan 23,5˚ dari tegak lurus pada eliptika
  3. rasi bintang



  1. Gerhana Bulan Dan Gerhana Matahari
Gerhana


Bayangan Bulan pada Bumi ketika gerhana matahari.
Gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi sebuah benda angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Istilah ini umumnya digunakan untuk gerhana matahari ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, atau gerhana bulan saat sebagian atau keseluruhan penampang Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Namun, gerhana juga terjadi pada fenomena lain yang tidak berhubungan dengan Bumi atau Bulan, misalnya pada planet lain dan satelit yang dimiliki planet lain.




Gerhana matahari



Gerhana matahari pada tanggal 29 Maret 2006.
Gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.
Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana total, gerhana sebagian, dan gerhana cincin. Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.
Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.
Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.
Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.

Mengamati gerhana matahari


Gerhana matahari tahun 1999 di Perancis
Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari matahari) walaupun hanya dalam beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata karena radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati gerhana matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata.
Tanpa disadari sebenarnya kita selalu berputar dimuka bumi ini sesuai dengan bumi dan tata surya. Sistem tata surya kita yang terdiri dari 9 planet, bulan, komet (asteroid) sering disebut juga tubuh atau anggota benda-benda angkasa, dimana seluruh benda angkasa tersebut bergerak secara tetap. Pusat dari benda-benda angkasa atau tata surya kita adalah Matahari. Matahari berputar pada porosnya / berotasi selama 25 hari. Bumi yang merupakan planet ketiga dari Matahari, berputar pada porosnya dalam jangka waktu 24 jam. Inilah yang menyebabkan adanya siang dan malam. Selain berputar pada porosnya bumi juga berputar mengelilingi matahari atau disebut juga evolusi. Jalur bumi untuk mengitari matahari disebut dengan “Orbit”.

Untuk mengelilingi matahari, bumi memerlukan waktu selama 365 ¼ hari atau kira-kira 1 tahun. Demikian juga dengan bulan. Bulan berevolusi 27 ½ hari. Tetapi karena bumi juga berputar, membuat bulan memerlukan waktu lebih untuk kembali pada posisinya semula. Bulan merupakan tetangga terdekat Bumi dalam tata surya. Permukaannya bertabur batu dan terdiri dari hamparan titik-titik kawah yang tak terhitung jumlahnya. Terkadang selama dalam jalur orbitnya, bulan dan bumi menjadi satu garis atau sejajar. Ketika hal ini terjadi maka inilah yang disebut dengan Gerhana.

Jenis Gerhana
Gerhana ada dua macam yaitu :

1. Gerhana Bulan (Lunar Eclipse)
2. Gerhana Matahari (Solar Eclipse)

Gerhana matahari


Gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.
        Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana total, gerhana sebagian, dan gerhana cincin.
Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.

Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.


   Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.


Mengamati gerhana matahari

Gerhana matahari tahun 1999 di Perancis

Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari matahari) walaupun hanya dalam beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata karena radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati gerhana matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata.


ADAKAH diantara kamu yang pernah mengalami peristiwa alam gerhana matahari? (rubrik tentang gerhana baca disini). Apakah saat itu kamu melihat langsung dengan mata kamu? Benarkah pada saat gerhana matahari kamu tidak diperbolehkan keluar rumah? Karena saat itu matahari sedang memancarkan radiasi yang kuat dari biasanya, benarkah? Benarkah memandang langsung matahari saat terjadi gerhana dapat menyebabkan buta?

Mata kamu memiliki retina tempat ”menerima” cahaya yang masuk dan diolah oleh otak sebagai ”gambar” yang kamu lihat, (selengkapnya baca disini). Matahari adalah sumber cahaya yang ”kuat” yang jika kita melihatnya, maka sinar matahari –seperti halnya cahaya lain yang masuk ke mata—akan menuju retina. Jika retina terkena cahaya kuat yang terus menerus dan juga panas, maka retina akan ”hangus” dan rusak, akibatnya adalah pengelihatan kamu terganggu bahkan bisa menjadi buta. Sayangnya mata tidak memiliki ”alarm” rasa sakit pada saat retina kamu ”terbakar”, sehingga yang bisa kamu lakukan adalah berhati-hati terhadap benda-benda yang kamu lihat.
Saat gerhana matahari, orang-orang akan ”tergoda” untuk memandang langsung matahari, sesuatu yang pada saat normal pun memang dapat ”membahayakan” mata kamu. Saat gerhana matahari terjadi, tidak sepenu

Sumber : http://blackroses16.wordpress.com/jagat raya dan tata surya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar