Pedosfer

Pedosfer adalah lapisan paling atas dari permukaan bumi tempat berlangsungnya proses pembentukan tanah. Secara sederhana pedosfer diartikan sebagai lapisan tanah yang menempati bagian paling atas dari litosfer. Tanah (soil) adalah suatu wujud alam yang terbentuk dari campuran hasil pelapukan batuan (anorganik), organik, air, dan udara yang menempati bagian paling atas dari litosfer. Ilmu yang mempelajari tanah disebut pedologi, sedangkan ilmu yang secara khusus mempelajari mengenai proses pembentukan tanah disebut pedogenesa.



Faktor-faktor pembentuk tanah

Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi proses pembentukan tanah, antara lain:

  1. Iklim
    Unsur-unsur iklim yang utama mempengaruhi proses pembentukan tanah adalah Suhu dan Curah Hujan.
  2. Organisme (vegetasi, jasad renik)
    Organisme sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah seperti a) membuat proses pelapukan. b) membantu proses pembentukan humus. c) pengaruh jenis vegetasi terhadap sifat-sifat tanah hal ini terlihat pada daerah beriklim sedang seperti di Eropa dan Amerika. d) memiliki kandungan unsur-unsur kimia yang terdapat pada tanaman berpengaruh terhadap sifat-sifat tanah.
  3. Bahan induk
    Bahan induk terdiri atas batuan vulkanik, batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.
  4. Topografi atau relief
    Keadaan relief suatu daerah akan memengaruhi tebal atau tipisnya lapisan tanah.
  5. Waktu
    Tanah merupakan benda alam yang terus menerus berubah, akibat pelapukan dan pencucian yang terus menerus.


Konsep pedon dan profil tanah

Pedon adalah suatu lajur tubuh tanah mulai dari permukaan lahan sampai batas terbawah (bahan induk tanah). Pedon merupakan volume terkecil yang dapat disebut tanah dan mempunyai ukuran tiga dimensi. Luas pedon berkisar antara 1-10 m2. Kumpulan dari pedon-pedon disebut polipedon. Luas polipedon minimum 2 m2, sedangkan luas maksimumnya tidak terbatas. Profil tanah atau penampang tanah adalah bidang tegak dari suatu sisi pedon yang mencirikan suatu lapisan-lapisan tanah, atau disebut [[Horizon Tanah]]. Setiap horizon tanah memperlihatkan perbedaan, baik menurut komposisi kimia maupun fisiknya. Kebanyakan horizon dapat dibedakan dari dasar warnanya. Perbedaan horizon tanah terbentuk karena dua faktor yaitu pengendapan yang berulang-ulang oleh genangan air atau pencucian tanah (leached) dan karena proses pembentukan tanah. Proses pembentukan horizon-horizon tersebut akan menghasilkan benda alam baru yang disebut tanah. Adapun yang dimaksud solum adalah kedalaman efektif tanah yang masih dapat dijangkau oleh akar tanaman. Horizon-horizon yang menyusun profil tanah berturut-turut dari atas ke bawah adalah horizon O, A, B, C, dan D atau R (Bed Rock).


Warna tanah

Warna tanah merupakan petunjuk untuk beberapa sifat tanah. Penyebab perbedaan warna permukaan tanah umumnya terjadi karena perbedaan kandungan bahan organik. Semakin tinggi kandungan bahan organik berarti semakin gelap warna tanah. Warna tanah disusun oleh tiga jenis variabel, yaitu sebagai berikut,

  1. Hue
    warna spektrum yang dominan sesuai dengan panjang gelombangnya.
  2. Value
    menunjukkan kecermelangan cahaya.
  3. Chroma
    menunjukkan kemurnian relatif panjang gelombang cahaya dominan.

Warna tanah dapat ditentukan dengan membandingkan warna baku pada buku Munsell Soil Colur Chart dengan warna tanah. Warna tanah akan berbeda bila tanah dalam keadaan basah, lembab, atau kering.


Struktur dan tekstur tanah

Struktur Tanah

Struktur Tanah merupakan gumpalan-gumpalan kecil dari tanah akibat melekatnya butir-butir tanah satu sama lain. Struktur tanah memiliki bentuk yang berbeda-beda yaitu sebagai berikut.

  1. Lempeng (Platy),
    ditemukan di horizon A.
  2. Prisma (Prosmatic)
    ditemukan di horizon B pada daerah iklim kering.
  3. Tiang (Columnar)
    ditemukan di horizon B pada daerah iklim kering.
  4. Gumpal bersudut (Angular blocky)
    ditemukan pada horizon B pada daerah iklim basah.
  5. Gumpal membulat (Sub angular blocky)
    ditemukan pada horizon B pada daerah iklim basah.
  6. Granuler (Granular)
    ditemukan pada horizon A.
  7. Remah (Crumb), ditemukan pada horizon A.

Tekstur Tanah

Tekstur Tanah menunjukkan kasar halusnya tanah yang didasarkan atas perbandingan banyaknya butir-butir pasir, debu, dan liat di dalam tanah. Untuk menentukan tekstur tanah terdapat 12 kelas dalam segi tiga tekstur tanah.

Sistem klasifikasi tanah

Sistem klasifikasi tanah (alami) yang ada di dunia ini terdiri atas berbagai macam. Sebab banyak negara yang menggunakan sistem klasifikasi yang dikembangkan sendiri oleh negara tersebut. Nama golongan tanah dengan membubuhkan kata sol merupakan singkatan dari kata latin solum.

Jenis - Jenis Tanah di Indonesia

Sebagian besar Jenis Tanah Di Indonesia merupakan tanah vulkanis. Walau demikian, jika lebih dikhususkan lagi maka jenisnya sangat beraneka ragam yang antara lain,

  1. Tanah Gambut atau tanah organik
  2. Aluvial
  3. Regosol
  4. Litosol
  5. Latosol
  6. Grumosol
  7. Podsolik Merah Kuning
  8. Podsol
  9. Andosol
  10. Mediteran Merah Kuning
  11. Hidromorf Kelabu (gleisol)
  12. Tanah Sawah (Paddy soil)

Kerusakan Tanah dan Dampaknya Bagi Kehidupan

Kerusakan Tanah yang terjadi saat ini merupakan dampak pemanfaatan lingkungan yang tidak terkontrol sehingga mengakibatkan terjadinya krisis lingkungan. Dampak yang sangat terasa dalam kehidupan manusia adalah berkurangnya lahan subur yang menjadikan semakin menipisnya lahan yang bisa dijadikan lokasi produksi kebutuhan agraris manusia.


Materi lainnya mengenai Pedosfer

Gerak Air Laut

A.
Gerak Air Laut
Ada 3 gerakan air laut yang akan kita bahas yaitu: arus laut, gelombang laut, dan pasang surut air laut.
1.
Arus Laut
Arus laut (sea current) adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain baik secara vertikal (gerak ke atas) maupun secara horizontal (gerakan ke samping). Contoh-contoh gerakan itu seperti gaya coriolis, yaitu gaya yang membelok arah arus dari tenaga rotasi bumi. Pembelokan itu akan mengarah ke kanan di belahan bumi utara dan mangarah ke kiri di belahan bumi selatan. Gaya ini yang mengakibatkan adanya aliran gyre yang searah jarum jam (ke kanan) pada belahan bumi utara dan berlawanan dengan arah jarum jam di belahan bumi selatan. Perubahan arah arus dari pengaruh angin ke pengaruh gaya coriolis dikenal dengan spiral ekman.

Menurut letaknya arus dibedakan menjadi dua yaitu arus atas dan arus bawah. Arus atas adalah arus yang bergerak di permukaan laut. Sedangkan arus bawah adalah arus yang bergerak di bawah permukaan laut.
Faktor pembangkit arus permukaan disebabkan oleh adanya angin yang bertiup diatasnya. Tenaga angin memberikan pengaruh terhadap arus permukaan (atas) sekitar 2% dari kecepatan angin itu sendiri. Kecepatan arus ini akan berkurang sesuai dengan makin bertambahnya kedalaman perairan sampai pada akhirnya angin tidak berpengaruh pada kedalaman 200 meter.

Oleh karena dibangkitkan angin, arah arus laut permukaan (atas) mengikuti arah angin yang ada. Khususnya di Asia Tenggara karena arah angin musim sangat kentara perubahannya antara musim barat dan musim timur maka arus laut permukaan juga banyak dipengaruhinya. Arus musim barat ditandai oleh adanya aliran air dari arah utara melalui laut Cina bagian atas, laut Jawa, dan laut Flores. Adapun pada musim timur sebaliknya mengalir dari arah selatan.


Selain pergerakan arah arus mendatar, angin dapat menimbulkan arus air vertikal yang dikenal dengan upwelling dan sinking di daerah-daerah tertentu. Proses upwelling adalah suatu proses massa air yang didorong ke atas dari kedalaman sekitar 100 sampai 200 meter. Angin yang mendorong lapisan air permukaan mengakibatkan kekosongan di bagian atas, akibatnya air yang berasal dari bawah menggantikan kekosongan yang berada di atas. Oleh karena air yang dari kedalaman lapisan belum berhubungan dengan atmosfer, maka kandugan oksigennya rendah dan suhunya lebih dingin dibandingkan dengan suhu air permukaan lainnya.

Walaupun sedikit oksigen, arus ini mengandung larutan nutrien seperti nitrat dan fosfat sehingga cederung mengandung banyak fitoplankton. Fitoplankton merupakan bahan dasar rantai makanan di lautan, dengan demikian di daerah upwelling umumnya kaya ikan.

Gejala upwelling dapat dipantau oleh satelit cuaca NOAA dan dijadikan sebagai tanda akan dimulainya musim panen ikan 14 hari setelah upwelling terjadi. Bagi nelayan modern dapat memanfaatkan informasi NOAA untuk persiapan panen. Pencurian ikan di berbagai laut di Indonesia umumnya para pencuri memantau gejala upwelling. Pada saat upwelling mereka pura-pura mencari ikan di daerah yang jauh dari perairan laut.

Gb. 6. Daerah air naik (upwelling) di Indonesia

Akan tetapi 14 hari kemudian mereka meluncur dengan kekuatan penuh menuju perairan Indonesia. Dengan gesit mereka mengeruk ikan yang lagi banyak-banyaknya. Mereka lolos dari pengejaran patroli perairan Indonesia karena perlengkapan kita belum dapat melacak keberadaan mereka.

Sinking merupakan proses kebalikan dari upwelling, yaitu gerakan air yang tenggelam ke arah bawah di perairan pantai. Agar Anda lebih jelas perhatikan perbedaan gambar gerakan upwelling dan sinking.

Gb.7. (a) Daerah upwelling (b) Daerah sinking

Berikut ini adalah persebaran arus laut di dunia, coba Anda perhatikaan nama-nama arus yang terdapat di samudra-samudra, dan perhatikan pula arah gerakannya dibelahan bumi utara dan belahan bumi selatan berbeda!

a. Di Samudera Pasifik

1) Di sebelah utara khatulistiwa
(a)
Arus Khatulistiwa Utara, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke arah barat sejajar dengan garis khatulistiwa dan ditimbulkan serta didorong oleh angin pasat timur laut.
(b)
Arus Kuroshio, merupakan lanjutan arus khatulistiwa utara karena setelah sampai di dekat Kepulauan Filipina, arahnya menuju ke utara. Arus ini merupakan arus panas yang mengalir dari utara Kepulauan Filipina, menyusur sebelah timur Kepulauan Jepang dan terus ke pesisir Amerika Utara (terutama Kanada). Arus ini didorong oleh angin barat.
(c)
Arus Kalifornia, mengalir di sepanjang pesisir barat Amerika Utara ke arah selatan menuju ke khatulistiwa. Arus ini merupakan lanjutan arus kuroshio, termasuk arus menyimpang (pengaruh daratan) dan arus dingin.
(d)
Arus Oyashio, merupakan arus dingin yang didorong oleh angin timur dan mengalir dari selat Bering menuju ke selatan dan berakhir di sebelah timur Kepulauan Jepang karena ditempat ini arus tersebut bertemu dengan arus Kuroshio (terhambat oleh kuroshio). Di tempat pertemuaan arus dingin Oyashio dengan arus panas Kuroshio terdapat daerah perikanan yang kaya, sebab plankton-plankton yang terbawa oleh arus Oyashio berhenti pada daerah pertemuaan arus panas Kuroshio yang hangat dan tumbuh subur.
2) Di sebelah selatan khatulistiwa
(a)
Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini ditimbulkan atau didorong oleh angin pasat tenggara.
(b)
Arus Humboldt atau Arus Peru, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir di sepanjang barat Amerika Selatan menyusur ke arah utara. Arus ini merupakan arus menyimpang serta didorong oleh angin pasat tenggara dan termasuk arus dingin.
(c)
Arus Australia Timur, merupakan lanjutan arus khatulistiwa selatan yang mengalir di sepanjang pesisir Australia Timur dari arah utara ke selatan (sebelah timur Great Barrier Reef).
(d)
Arus Angin Barat, merupakan lanjutan dari sebagian arus Australia timur yang mengalir menuju ke timur (pada lintang 30 ° - 40 °LS) dan sejajar dengan garis ekuator. Arus ini didorong oleh angin barat.
b. Di Samudera Atlantik
1) Di sebelah utara khatulistiwa
(a)
Arus Khatulistiwa Utara, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini ditimbulkan dan didorong angin pasat timur laut.
(b)
Arus Teluk Gulfstream, merupakan arus menyimpang yang segera diperkuat oleh dorongan angin besar dan merupakan arus panas. Arus khatulistiwa utara (ditambah dengan sebagian arus khatulistiwa selatan) semula masuk ke Laut Karibia terus ke Teluk Mexiko dan keluar dari teluk ini melalui Selat Florida(sebagai Arus Florida). Arus Florida yang segera bercampur dengan Arus Antillen merupakan arus besar yang mengalir di sepanjang pantai timur Amerika Serikat ke arah Timur. Arus inilah yang disebut arus teluk sebab sebagian dari arus ini keluar dari teluk Meksiko.
(c)
Arus Tanah Hijau Timur atau Arus Greenland Timur, merupakan arus dingin yang mengalir dari laut Kutub Utara ke selatan menyusur pantai timur Tanah Hijau. Arus ini didorong oleh angin timur (yang berasal dari daerah kutub).
(d)
Arus Labrador, berasal dari laut Kutub Utara yang mengalir ke selatan menyusuri pantai timur Labrador. Arus ini didorong oleh angin timur dan merupakan arus dingin, yang pada umumnya membawa “gunung es” yang ikut dihanyutkan.
(e)
Arus Canari, merupakan arus menyimpang dan termasuk arus dingin. Arus ini merupakan lanjutan sebagian arus teluk yang mengubah arahnya setelah pengaruh daratan Spanyol dan mengalir ke arah selatan menyusur pantai barat Afrika Utara.
2) Di sebelah selatan khatulistiwa
(a)
Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat, sejajar dengan garis khatulistiwa. Sebagian dari arus ini masuk ke utara (yang bersama-sama dengan arus Khatulistiwa Utara ke Laut Karibia) sedangkan yang sebagian lagi membelok ke selatan. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin pasat tenggara.
(b)
Arus Brazilia, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir ke arah selatan menyusuri pantai timur Amerika Selatan (khususnya Brazilia). Arus ini termasuk arus menyimpang dan merupakan arus panas.
(c)
Arus Benguela, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat, yang mengalir ke arah utara menyusuri pantai barat Afrika Selatan. Arus ini merupakan arus dingin, yang akhirnya kembali menjadi Arus Khatulistiwa Selatan.
(d)
Arus Angin Barat, merupakan lanjutan dari sebagian Arus Brazilia yang mengalir ke arah timur (pada lintang 30o - 40oLS) sejajar dengan garis ekuator. Arus ini didorong oleh angin barat dan merupakan arus dingin.
c. Di Samudera Hindia
1)
Di sebelah utara khatulistiwa
Arus laut samudera ini keadaannya berbeda dengan samudera lain, sebab arah gerakan arus tak tetap dalam setahun melainkan berganti arah dalam ½ tahun, sesuai dengan gerakan angin musim yang menimbulkannya. Arus-arus tersebut adalah sebagai berikut.
(a)
Arus Musim Barat Daya, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke timur menyusuri Laut Arab dan Teluk Benguela. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin musim barat daya. Arus ini berjalan kurang kuat sebab mendapa hambatan dari gerakan angin pasat timur laut.
(b)

Arus Musim Timur Laut, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat menyusuri Teluk Benguela dan Laut Arab. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin musim timur laut. Arus yang terjadi bergerak agak kuat sebab di dorong oleh dua angin yang saling memperkuat, yaitu angin pasat timur laut dan angin musim timur laut.

2) Di sebelah selatan khatulistiwa
(a)
Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa yang nantinya pecah menjadi dua (Arus Maskarena dan Arus Agulhas setelah sampai di timur Madagaskar). Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin pasat tenggara.
(b)
Arus Maskarena dan Arus Agulhas, merupakan arus menyimpang dan merupakan arus panas. Arus ini juga merupakan lanjutan dari pecahan Arus Khatulistiwa Selatan. Arus Maskarena mengalir menuju ke selatan, menyusuri pantai Pulau Madagaskar Timur. Arus Agulhas juga mengalir menuju ke selatan menyusuri pantai Pulau Madagaskar Barat.
(c)
Arus Angin Barat, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat, yang mengalir ke arah utara menyusur pantai barat Benua Australia. Arus ini termasuk arus menyimpang dan merupakan arus dingin yang akhirnya kembali menjadi Arus Khatulistiwa Selatan. Gambar 8 memberikan ilustrasi gerakan arus-arus laut di samudera-samudera.
2.
Gelombang Laut
Gelombang laut atau ombak merupakan gerakan air laut yang paling umum dan mudah kita amati. Helmholts menerangkan prinsip dasar terjadinya gelombang laut sebagai berikut :
“Jika ada dua massa benda yang berbeda kerapatannya (densitasnya) bergesekan satu sama lain, maka pada bidang gerakannya akan terbentuk gelombang”.
Gelombang terjadi karena beberapa sebab, antara lain:
a.
Karena angin. Gelombang terjadi karena adanya gesekan angin di permukaan, oleh karena itu arah gelombang sesuai dengan arah angin.
b.
Karena menabrak pantai. Gelombang yang sampai ke pantai akan terjadi hempasan dan pecah. Air yang pacah itu akan terjadi arus balik dan membentuk gelombang, oleh karena itu arahnya akan berlawanan dengan arah datangnya gelombang
c.

Karena gempa bumi. Gelombang laut terjadi karena adanya gempa di dasar laut. Gempa terjadi karena adanya gunung laut yang meletus atau adanya getaran/pergeseran kulit bumi di dasar laut. Gelombang yang ditimbulkan biasanya besar dan disebut dengan gelombang “tsunami”. Contoh ketika Gunung Krakatau meletus 1883, menyebabkan terjadinya gelombang tsunami yang banyak menimbulkan kerugian.

Gerakan permukaan gelombang dapat dikelompokan sebagai berikut:
a.
Gerak osilasi, yaitu gerak gelombang akibat molekul air bergerak melingkar. Gerak osilasi biasanya terjadi di laut lepas, yaitu pada bagian laut dalam. Adanya gelombang dibangkitkan oleh kecepatan angin, lamanya angin bertiup, luas daerah yang ditiup angin (fetch), dan kedalaman laut. Gelombang ini memiliki tinggi dan lembah gelombang. Puncak gelombang akan pecah di dekat pantai yang disebut breaker atau gelora.
b.
Gerak translasi, yaitu gelombang osilasi yang telah pecah lalu seperti memburu garis pantai, bergerak searah dengan gerak gelombang tanpa diimbangi gerakan mundur. Gelombang ini tidak memiliki puncak dan lembah yang kemucian dikenal dengan istilah surf. Gelombang ini dimanfaatkan untuk olah raga surfing.
c.
Gerak swash dan back swash berbentuk gelombang telah menyentuh garis pantai. Kedatangan gelombang disebut swash, sedangkan ketika kembali disebut back swash.

Gambar 9. Bagian-bagian dari gelombang

Keterangan :
a. Gelombang osilasi
b. Gelora (surf atau breaker)
c. Gelombang translasi
d. Swash
e. Back swash
f. Arus dasar

3.
Pasang surut air laut (ocean ride)
Pasang naik dan pasang surut merupakan bentuk gerakan air laut yang terjadi karena pengaruh gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi. Hal ini didasarkan pada hukum Newton yang berbunyi :
“Dua benda akan terjadi saling tarik menarik dengan kekuatan yang berbanding terbalik dengan pangkat dua jaraknya”.
Berdasarkan hukum tersebut berarti makin jauh jaraknya makin kecil daya tariknya, karena jarak dari bumi ke matahari lebih jauh dari pada jarak ke bulan, maka pasang surut permukaan air laut lebih banyak dipengaruhi oleh bulan.

Ada dua macam pasang surut :

1)

Pasang Purnama, ialah peristiwa terjadinya pasang naik dan pasang surut tertinggi (besar). Pasang besar terjadi pada tanggal 1 (berdasarkan kalender bulan)dan pada tanggal 14 (saat bulan purnama). Pada kedua tanggal tersebut posisi bumi-bulan-matahari berada pada satu garis (konjungsi) sehingga kekuatan gaya tarik bulan dan matahari berkumpul menjadi satu menarik permukaan bumi. Permukaan bumi yang menghadap ke bulan mengalami pasang naik besar.

Gb. 10. (a) Pasang purnama (Bumi-Bulan-Matahari sejajar pada satu garis lurus pada saat bulan baru), (b) Pasang purnama (Bumi-Bulan-Matahari sejajar pada satu garis lurus pada saat bulan purnama)

2)

Pasang Perbani, ialah peristiwa terjadinya pasang naik dan pasang surut terendah (kecil). Pasang kecil ini terjadi pada tanggal 7 dan 21 kalender bulan. Pada kedua tanggal tersebut posisi matahari – bulan – bumi membentuk susut 90 °. Gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi berlawanan arah sehingga kekuatannya menjadi berkurang (saling melemahkan)

Gambar 11. Pasang Perbani

Arus air laut

Semua dunia arus pada peta laut yang berkesinambungan

Arus air laut adalah pergerakan massa air secara vertikal dan horisontal sehingga menuju keseimbangannya, atau gerakan air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan dunia[1]. Arus juga merupakan gerakan mengalir suatu massa air yang dikarenakan tiupan angin atau perbedaan densitas atau pergerakan gelombang panjang[2]. Pergerakan arus dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain arah angin, perbedaan tekanan air, perbedaan densitas air, gaya Coriolis dan arus ekman, topografi dasar laut, arus permukaan, upwellng , downwelling.

Selain angin, arus dipengaruhi oleh paling tidak tiga faktor, yaitu[3] :

  1. Bentuk Topografi dasar lautan dan pulau – pulau yang ada di sekitarnya : Beberapa sistem lautan utama di dunia dibatasi oleh massa daratan dari tiga sisi dan pula oleh arus equatorial counter di sisi yang keempat. Batas – batas ini menghasilkan sistem aliran yang hampir tertutup dan cenderung membuat aliran mengarah dalam suatu bentuk bulatan.
  2. Gaya Coriollis dan arus ekman : Gaya Corriolis mempengaruhi aliran massa air, di mana gaya ini akan membelokkan arah mereka dari arah yang lurus. Gaya corriolis juga yangmenyebabkan timbulnya perubahan – perubahan arah arus yang kompleks susunannya yang terjadi sesuai dengan semakin dalamnya kedalaman suatu perairan.
  3. Perbedaan Densitas serta upwelling dan sinking : Perbedaan densitas menyebabkan timbulnya aliran massa air dari laut yang dalam di daerah kutub selatan dan kutub utara ke arah daerah tropik.

Adapun jenis – jenis arus dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :

  1. Berdasarkan penyebab terjadinya
    Arus ekman : Arus yang dipengaruhi oleh angin.
    Arus termohaline : Arus yang dipengaruhi oleh densitas dan gravitasi.
    Arus pasut : Arus yang dipengaruhi oleh pasut.
    Arus geostropik : Arus yang dipengaruhi oleh gradien tekanan mendatar dan gaya coriolis.
    Wind driven current : Arus yang dipengaruhi oleh pola pergerakan angin dan terjadi pada lapisan permukaan.
  2. Berdasarkan Kedalaman
    Arus permukaan : Terjadi pada beberapa ratus meter dari permukaan, bergerak dengan arah horizontal dan dipengaruhi oleh pola sebaran angin.
    Arus dalam : Terjadi jauh di dasar kolom perairan, arah pergerakannya tidak dipengaruhi oleh pola sebaran angin dan mambawa massa air dari daerah kutub ke daerah ekuator.

Dampak el nino dan la nina terhadap sektor kelautan

Bagi Indonesia sendiri, WOC hanya akan bermakna, bila sejumlah kesepakatan yang dihasilkannya dapat mendukung pembangunan kelautan nasional secara berkelanjutan.

Agar tujuan WOC itu tercapai, Indonesia secara elegan memaparkan kebijakan dan program pembangunan kelautan nasional yang selama ini telah memberikan kontribusi terhadap penyelamatan laut dunia. Kita juga perlu mengajak masyarakat internasional untuk membantu kita dalam menjadikan laut Nusantara selain sebagai sumber kesejahteraan bangsa, juga sebagai pengendali iklim global dan penyedia fungsi penunjang kehidupan (life-supporting functions) dunia.

Kelautan nasional

Sebagai negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia dengan tiga per empat wilayahnya berupa laut (5,8 juta km2) yang mempersatukan lebih dari 17.500 pulau, dan dikelilingi oleh 81.000 km garis pantai (terpanjang kedua setelah Kanada), wilayah pesisir dan lautan Indonesia mengandung kekayaan alam yang luar biasa besar dan beragam. SDA (sumber daya alam) itu ada yang terbarukan (seperti perikanan, senyawa bioaktif untuk berbagai industri bioteknologi, terumbu karang, mangrove, rumput laut, dan padang lamun); yang tak terbarukan (seperti minyak dan gas bumi, gas hidrat, bijih besi, timah, bauksit, emas, tembaga, mangan, dan mineral lain); serta energi kelautan termasuk energi pasang surut, gelombang, angin, dan OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion).

Segenap SDA dan jasa-jasa lingkungan laut itu telah kita manfaatkan sejak lamanya melalui berbagai kegiatan (sektor) pembangunan termasuk perikanan tangkap, perikanan budidaya (mariculture dan tambak), industri bioteknologi, pertambangan dan energi, pariwisata bahari, transportasi dan komunikasi, serta industri dan jasa maritim. Pada tahun 2007 kontribusi sejumlah sektor kelautan tersebut terhadap perekonomian nasional sekitar 25% GDP (US$ 100 miliar), jauh lebih kecil ketimbang potensi totalnya sebesar US$ 800 miliar per tahun.

Ekosistem laut tropis Indonesia juga merupakan pendendali dinamika iklim global seperti El-Nino (kekeringan), La-Nina (banjir), dan ENSO (El-Nino Southern Oscillation). Karena memiliki hamparan terumbu karang, padang lamun, dan rumput laut terluas di dunia, laut Indonesia dapat menyerap karbon lebih besar ketimbang wilayah laut lainnya. Secara global, ekosistem laut dunia menyerap karbon sekitar 92 miliar ton/tahun, dan melepaskannya sebesar 90 miliar ton/tahun (UNEP, 2009). Lebih dari itu, sebagai pusat dari segi tiga karang dunia (Coral Triangle), laut Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tertinggi dan merupakan pusat plasma nutfah lautan dunia. Laut Nusantara yang menghubungkan Samudera Pasifik dan Hindia juga merupakan daerah pemijahan (spawning grounds), daerah asuhan (nursery grounds), tempat mencari makan (feeding grounds), dan alur ruaya (migartory routes) cetaceans (paus dan dolpin), ikan tuna, cakalang, dan ikan pelagis besar lainnya.

Tak heran, bila pola pembangunan kelautan di masa lalu dicirikan oleh rendahnya muatan IPTEK, kurang efisien, top-down, dan ekstraktif kurang mengindahkan kelestarian lingkungan dan SDA. Akibatnya, sebagian besar nelayan dan masyarakat pesisir (65%) masih terlilit kemiskinan. Sementara itu, kerusakan ekosistem pesisir vital (mangroves, terumbu karang, estuaria, dan pantai), pencemaran, overfishing, pengikisan biodiversity, dan tekanan lingkungan lainnya melanda beberapa wilayah pesisir (seperti Selat Malaka, Pantura, sebagian P. Bali, Pantai Selatan Sulsel, antara Balikpapan dan Bontang, dan estuaria S. Aijkwa di Papua) pada tingkat yang telah mengancam kapasitas keberlanjutan ekosistem pesisir dan lautan untuk mendukung pembangunan ekonomi di masa mendatang.

kesimpulan

Oleh sebab itu, selain memasukkan isu kelautan ke dalam setiap perundingan dan kesepakatan internasional tentang perubahan iklim global, dan disepakatinya Coral Triangle Initiative (CTI), Indonesia juga harus menjadikan WOC sebagai momentum untuk menggalang dukungan internasional dalam mewujudkan pembangunan kelautan nasional secara efisien, adil, dan berkelanjutan. Dukungan pertama adalah berupa transfer teknologi dari negara-negara industri maju tentang metoda dan teknik pendayagunaan sumberdaya kelautan secara produktif, efisien, dan ramah lingkungan. Investasi langsung yang produktif, saling menguntungkan, dan berkelanjutan di bidang kelautan dari para investor negara-negara maju di Indonesia juga mesti dipacu lebih tinggi guna memerangi pengangguran dan kemiskinan sesuai target MDG’s (Millenium Development Goals).

Yang kedua adalah agar negara-negara yang selama ini melakukan penangkapan ikan secara ilegal (Illegal fishing) dan kejahatan lingkungan di wilayah perairan teritorial, nusantara, dan ZEE Indonesia sepakat secara hukum (legally binding) tidak lagi mempraktekkan kegiatan terlarang ini. Demikian juga halnya dengan negara pemilik kapal-kapal tanker, niaga, dan lainnya yang melintasi ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) harus sepakat tidak lagi membuang limbah melebihi ketentuan internasional (seperti MARPOL) ke wilayah laut Indonesia. Yang terakhir, WOC juga harus menelorkan kesepakatan global tentang perdagangan internasional yang bebas dan adil (free and fair trade) terkait dengan segenap barang dan jasa kelautan.

Apabila hasil WOC ini dibarengi dengan perubahan paradigma pembangunan nasional, dari berbasis daratan menjadi berbasis kelautan dan kepulauan, maka diyakini pada 2030 Indonesia bakal menjadi negara maju yang makmur dan berdaulat.

Gletser Es di Kutub Utara Berbentuk Wajah Manusia Sedang Menangis

http://www.monsterup.com/upload/1263762096387.jpg


Ini kemungkinan cara alam mengekspresikan dirinya terhadap ketidakmampuan kita manusia dalam mengatasi dampak pemananasan global. Es yang mencair seolah-olah menggambarkan air mata yang keluar.

Peta Jagat Raya

perbandingan bumi, matahari dan proxima

Gambar diatas adalah perbandingan besar Matahari (bola merah) dengan besar bumi dan planet-planet lainnya. Maka marilah kita mulai membandingkan dengan benda-benda langit lainnya. Bintang terdekat dengan Matahari yaitu Proxima Alpha Centauri adalah 7.000 kali lebih jauh daripada tepi tata surya kita. Peta diatas menunjukkan bintang-bintang terdekat dan bintang Procyon berjarak 12,5 ly dari kita.

1 ly / 1 lightyear = jarak satu tahun cahaya = 300.000 Km x 60 x 60 x 24 x 356 = 9.227.520.000.000 KM = 9,2 triliun Km ( bila kecepatan cahaya = 300.000 km/detik). Jika kita melihat bintang yang berjarak 1 tahun cahaya, berarti kita sedang melihat fisik bintang pada masa 1 tahun yang lalu, dengan kata lain cahaya bintang tersebut akan tiba di mata kita satu tahun kemudian.

Pada malam hari ada medan di langit dari 1500 buah bintang yang paling terang dalam jarak 250 tahun cahaya. Semua bintang-bintang ini jauh lebih terang daripada Matahari dan sebagian besar dari mereka dapat dilihat dengan mata telanjang. Sekitar sepertiga dari bintang-bintang terlihat dengan mata telanjang terletak dalam jarak 250 tahun cahaya, meskipun ini hanya bagian kecil dari galaksi BIMA SAKTI (Milky Way Galaxy).

galaxy milky way 415x313

Matahari terletak di Lengan Orion – lengan yang cukup kecil dibandingkan dengan Lengan Sagitarius, yang terletak lebih dekat ke pusat galaksi. Peta menunjukkan beberapa bintang terlihat dengan mata telanjang yang terletak jauh di dalam lengan Orion.

Kelompok yang paling terkenal dari bintang-bintang di sini adalah rasi utama Orion dari mana lengan spiral mendapatkan namanya. Semua bintang-bintang ini bintang raksasa dan bintang super-raksasa, ribuan kali lebih terang dari Matahari. Bintang yang paling terang pada peta adalah Rho Cassiopeia – jarak kepada kita 4.000 tahun cahaya, ia adalah bintang yang terlihat redup dengan mata telanjang, tetapi dalam kenyataannya adalah bintang super-raksasa dengan cahaya 100 000 kali lebih terang dari Matahari.

Alam semesta dalam bentangan 100.000 tahun cahaya adalah galaksi Bima Sakti. Sebuah galaksi spiral dari setidaknya ada dua ratus milyar bintang. Matahari kita terkubur jauh di dalam lengan Orion sekitar 26 000 tahun cahaya dari pusat galaxy. Menjelang tengah-tengah Galaxy bintang-bintang yang dikelompokkan bersama-sama lebih dekat daripada tata surya di mana kita hidup. Perhatikan juga adanya gugus bola kecil bintang-bintang yang terletak dengan baik di luar bidang Galaxy, dan perhatikan juga keberadaan galaksi kerdil di dekatnya – Sagitarius kerdil– yang perlahan-lahan ditelan oleh galaksi kita sendiri.

Meskipun Bima Sakti hanyalah satu dari miliaran galaksi di alam semesta, Galaxy Bima Sakti memiliki makna khusus bagi manusia sebagai kediaman dari tata surya kita. Sebagai panduan untuk skala fisik relatip Bima Sakti, apabila galaksi diperkecil menjadi 130 km (80 mil) diameternya, maka tata surya akan menjadi hanya 2 mm (0,08 inchi) lebarnya.

Bima Sakti ( Milky Way) dikelilingi oleh beberapa galaksi kerdil yang berisi beberapa puluh juta bintang, yang tidak signifikan bila dibandingkan dengan jumlah bintang-bintang di Bima Sakti itu sendiri. Peta ini menunjukkan galaksi kerdil terdekat, mereka semua terikat gravitasi Bima Sakti yang memerlukan waktu milyaran tahun untuk mengorbit. Dan apabila kita bisa melihat sebuah bintang berjarak 10.000 tahun cahaya, itu berarti kita melihat bintang tersebut pada masa 10.000 tahun yang lalu. Jadi berarti juga kita masih bisa melihat bintang tersebut apabila ia sudah lenyap karena suatu hal beberapa ribu tahun yang lalu, karena cahayanya masih dalam perjalanan menuju kearah kita.

Tata Surya bagian dari Bima Sakti, lalu Bima Sakti bagian dari Nebula.

Tata Surya bagian dari Bima Sakti, lalu Bima Sakti bagian dari Nebula.

Nebula bagian dari ......bagian dari GUCI

Nebula bagian dari ......bagian dari GUCI

peta guci di jagat raya

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. (Ali ‘Imraan : 189-190).

Al Mu’min 57. Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Fushshilat 11. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati.”

Sumber-sumber :
From file Amazing Universe.ppt by : quintiles