GEOGRAFI WISATA

Ada suatu kawasan di kota Ternate yang disebut Batu Angus. Inilah sisa lelehan larva Gunung Gamalama yang megah itu.Pada zaman Pleistochen, daratan pulau Ternate masih merupakan satu daratan dengan pulau-pulau seperti Morotai, Halmahera, Hiri, Maitara, Tidore, Mare, Moti, Makian, Kayoa, Bacan dan sebagainya yang terletak dalam rangkaian gunung berapi Zone Maluku Utara. Deretan pulau-pulau ini berada di sepanjang pantai barat pulau Halmahera di Propinsi Maluku Utara.
Perubahan alam yang terjadi selama ratusan-ribu tahun dan pergeseran kulit bumi secara evolusi telah membentuk pulau-pulau kecil di sepanjang “Jazirah tuil Jabal Mulku”, (Istilah yang sering dipergunakan oleh Buya Hamka). Halmahera merupakan Pulau Induk dari di kawasan ini sekaligus menjadi dataran tertua, selain pulau Seram di Maluku Tengah.
Dari sudut pandang geologisnya, pulau Ternate merupakan salah satu dari deretan pulau yang memiliki gunung berapi, dari barisan garis ”strato vulkano active at south pacific” yang melintang di kawasan Asia timur ke Asia tenggara, dari utara ke selatan. Salah satu yang masih aktif di kepulauan Maluku Utara adalah gunung “Gamalama” di pulau Ternate dengan ketinggian 1.730 m. (Bangsa Portugis menyebutnya Nostra Senora del Rozario).
Gamalama tercatat pernah beberapa meletuskan semburannya pada tahun 1608, 1635, 1653, 1840 dan 1862. Letusan terhebat yang tercatat terjadi pada pertengahan abad ke-18, tepatnya pada tanggal 10 Maret 1737 yang bertepatan dengan 22 Dzulkaidah 1149.H yang mengakibatkan aliran lahar dari puncak hingga mencapai laut yang dikenal sekarang dengan “Batu Angus”. (sumber; F.S.A. de Clerq, Bijdragen tot de Kennis der Residentie van Ternate, Leiden, 1890).
Sisa-sisa letusan itu hinggi kini masih bisa Anda saksikan jika berkunjung ke Desa Batu Angus, sekitar lima belas menit perjalanan darat ke arah utara dari pusat kota Ternate. Di sana serakan larva beku membentuk komposisi unik tersendiri. Menyajikan pemandangan yang menakjubkan karena berlatar belakang Gunung gamalama yang selalu terselimuti Kabut tipis.
Batu Angus, demikian warga ternate menyebut serakan tersebut. Tahun demi tahun pemanfaatan terhadap bebatuan yang berwarna hitam legam ini pun terus berjalan. Warga memanfaatan serakan-serakan tersebut guna sebagai bahan bangunan. Terutama pondasi rumah.
Dari kawasan Batu Angus, jika anda berhasil mencapai salah satu tempat tertingginya akan menyaksikan hamparan laut nan luas. Memanjakan mata bagi yang suka berpetualang.
Pantai landai berpasir putih konon katanya lebih diminati wisatawan dibanding pantai berpasir hitam. Apalagi kalau pantai itu dilengkapi dengan fenomena matahari terbenam. Tapi lain halnya dengan pantai yang satu ini. Kendati berpasir hitam dan tidak berpanorama sunset, namun tetap saja banyak yang mencumbuinya. Sulamadaha, begitu orang Ternate menyebut pantai berpasir hitam ini sejak dulu. Pantai ini cukup populer di Ternate. Setiap hari ada saja warga Ternate dan sekitarnya yang berekreasi di sana, terlebih pada akhir pekan dan liburan Hari Raya. Biasanya yang datang keluarga beserta anak-anak dan tak sedikit pasangan muda-mudi.

Seperti jelang sore itu, di pantainya ada beberapa orang sedang menikmati keindahannya. Ada beberapa anak kecil yang asyik bermain papan luncur sederhana. Ada sepasang muda-mudi yang berkejaran dengan ombak lautnya yang kecil. Ada pula satu keluarga yang bermain pasir hitamnya, membentuk bangunan dan patung.
Di bagian kanan pantai dekat batu karang, nampak sepasang muda-mudi sedang berenang. Sesekali mereka tertawa, sambil berpelukan. Di belakang mereka, sebuah perahu berlayar melaju pelan, pulang melaut.
Di sudut lain, tepatnya di deretan warung sederhana baratapkan berarak daun kelapa. beberapa pengunjung yang terdiri dari orang tua dan anak-anaknya sedang duduk-duduk santai sambil menikmati es kelapa muda dan aneka jajajan. Pada hari biasa, tak banyak pedagang warung yang berjualan di dekat pantai ini. Namun pada akhir pekan dan liburan, warung yang buka lebih ramai lantaran pengunjungnya pun lebih banyak.
Pantai Sulamadaha meski tak berpasir putih, namon memiliki pesona tersendiri. Pantai ini berhadapan langsung dengan Pulau Hiri, dengan bukit hijaunya. Dari pantainya, Bukit Hiri terlihat jelas seperti muncul dari permukaan laut. Pulau Hiri, dulu menjadi tempat pengasingan Sultan Muhammad Djabir Syah (Ayah Sultan Ternate sekarang), yang sengaja diungsikan supaya tidak ditangkap oleh tentara Belanda.
Pengunjung bisa menyeberang ke Pulau Hiri dari Pantai Sulamadaha dengan menyewa perahu nelayan. Sebaiknya berangkat pagi agar bisa balik ke pantai ini sore hari. Kalau berniat ingin mendaki bukitnya, sebaiknya mempersiapkan diri dengan perlengkapan dan perbekalan yang lebih memadai, seperti tenda, sepatu lapangan, makanan, dan sebagainya.
Di sebelah kiri ke arah barat Pantai Sulamadaha, terdapat Teluk Saomadaha yang berbentuk piramid. Pantai di Teluk Saomadah berpasir putih dan di dasar perairannya terdapat taman laut sehingga kita bisa melakukan aktivitas snorkel dan diving. Kalau ingin menyelam, pengunjung harus membawa peralatan sendiri. Sebab di sana belum ada rental penyewaan alat-alat snorkel dan diving.
Pantai Sulamadaha cukup bersih. Ombaknya tidak terlalu besar. Di bagian kanan dan kiri pantai ini terdapat tebing karang kecil yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan besar.
Kalau ingin mencari suasana yang sepi, sebaiknya datang ke Sulamadaha di luar akhir pekan atau libur Hari Raya. Bawa serta pakaian ganti, kalau ingin berenang di laut. Dan tak kalah penting, bawa kamera atau handycam untuk mengabadikan pesona Pantai Sulamadaha. Selamat mencumbui Pantai Sulamadaha.
Pantai Sulamadaha berada di Ternate, Provinsi Maluku Utara. Dari Jakarta naik pesawat jurusan Ternate, biasanya transit di Makassar atau Manado. Setibanya di Bandara Sultan Babullah, Ternate, naik angkot atau taksi ke pusat kota. Dari pusat Kota Ternate ke Pantai Sulamadaha sekitar 1 jam.

Pantai lainnya di Ternate antara lain Pantai Dorpedo, Kastela, Tabanga, dan Pantai Bubane Ici. Pantai Dorpedo terletak di Kelurahan Aftador, 19 Km arah Selatan pusat Kota Ternate. Pantai ini lautnya berombak besar. Pantai Kastela, 10 Km arah Selatan
Kota Ternate. Di pantai ini kita dapat menikmati indahnya matahari terbenam. Pantai Tabanga yang berpasir putih, berada di Kelurahan Tabam, 12 Km arah Selatan Kota Ternate. Pantai Bubane Ici berada di Kelurahan Aftador 19 Km arah Selatan Kota Ternate. Dapat dijangkau dengan transportasi umum. Pantai ini lautnya jernih dengan panorama pantai dan taman yang indah.
Selain pantai, Ternate juga memiliki tiga danau, yakni Danau Ngade, Tolire Kecil dan Danau Tolire Besar. Danau Ngade berada 10 Km di sebelah Selatan Kota Ternate, dapat di tempuh dengan kendaraan umum selama 20 menit dari pusat kota. Danau ini dikelilingi panorama alam yang cantik seperti tebing dan tumbuh-tumbuhan air. Di danau berair tenang ini, kita dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti naik perahu sampan sambil memancing dan ber-jetski.
Danau Tolire kecil dan besar letaknya terpisah, namun keduanya berada di Desa Takome. Danau Tolire kecil berada dekat tepi pantai. Airnya payau, karena jaraknya dekat dengan laut sekitar 50 meter. Kalau kita mengunjungi Danau Tolire besar, pasti melewati Danau Tolire kecil. Sedangkan Danau Tolire besar atau disebut Tolire Jaha berada di lereng Gunung Gamalama, di ketinggian 200 meter di atas permukaan laut. Air Danau Tolire besar berwana hijau saat musim panas dan coklat pada waktu hujan.
Sumber: Majalah Travel ClubKalau anda berkesempatan berkunjung ke Kota Ternate, jangan lupa luangkan waktu untuk pergi ke Pantai Sulamadaha. Pantai ini terletak di sebelah utara kota Terna

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar