KETERATURAN GERAK BENDA-BENDA LANGIT


Sahabat, alam semesta dan isinya adalah ciptaan sempurna Allah SWT yang begitu indah dan menakjubkan. Ketika menjelajahi alam semesta, kita menemukan banyak contoh keteraturan.
Di alam semesta terdapat sekitar 200 milyar galaksi yang masing-masing terdiri dari sekitar 200 bintang. Matahari yang menjadi pusat peredaran bumi dan planet-planet lain di tata surya, hanyalah satu dari 200 milyar bintang lebih yang membentuk suatu galaksi raksasa yang disebut Bima Sakti. Galaksi Bimasakti yang sangat luas itu ternyata hanyalah salah satu bagian dari alam semesta yang maha luas, yang di dalamnya terserak berjuta-juta galaksi lain.
Planet dengan satelit pengiringnya, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar masing-masing, sehingga  benda-benda langit ini bergerak dalam keteraturan. Semua benda langit ternyata bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah berenang di sepanjang orbit atau garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Sungguh menakjubkan.
Sahabat, Bumi yang kita tempati ini adalah salah satu di antara benda-benda langit yang bergerak dalam keteraturan. Dengan segala keistimewaannya bumi diciptakan dengan keseimbangan yang luar biasa stabil. Dan ternyata hal ini menimbulkan berbagai fenomena yang menakjubkan.
Salah satu keteraturan gerak Bumi adalah perputaran bumi pada porosnya yang dikenal sebagai rotasi Bumi. Perputaran bumi pada porosnya dari barat ke timur selama 24 jam ini menyebabkan terjadinya fenomena siang dan malam.
Lamanya waktu siang dan malam pada sesuatu tempat bergantung pada garis lintang tempat tersebut. Di kawasan Katulistiwa atau pada lintang nol derajat, lama waktu siang dan malam hampir sama.
Ketika berputar pada porosnya, Bumi juga berrevolusi atau bergerak mengelilingi matahari sebagai pusat Tata Surya. Dengan arah gerakan yang berlawanan dengan jarum jam. Bumi beredar mengelilingi matahari selama kurang lebih 365 hari atau satu tahun. Perputaran bumi mengelilingi matahari ini menyebabkan perubahan musim.
Selain terjadinya siang dan malam serta perubahan musim, fenomena alam yang juga begitu menakjubkan adalah terjadinya gerhana Bulan dan gerhana Matahari.
Sahabat, konsep tentang waktu dan sistem penanggalan yang dipakai manusia sejak ribuan tahun yang lalu, ternyata dibuat berdasarkan keteraturan gerak benda-benda langit. Bangsa Sumeria dan Babylonia sekitar 3000 sebelum Masehi  hingga 538 sebelum Masehi telah memahami banyak hal tentang bulan, planet dan bintang. dengan Dengan pengetahuan tentang Astronomi ini mereka membagi satu hari menjadi 24 jam dan satu jam terdiri dari 60 menit. Sistem tersebut masih kita gunakan hingga saat ini.
Sementara itu, bangsa Mesir Kuno sekitar 3500 hingga 332 sebelum Masehi telah memiliki sistem penanggalan yang akurat dengan membagi kalendar dalam setahun menjadi 12 bulan dan satu bulan terdiri dari 30 hari.
Sahabat, menurut pakar astronomi, galaksi-galaksi berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan atau bertabrakan dengan yang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar