Dongeng seputar Situ-situ di Indonesia


Situ Gintung (2007)
by Agus G. Riyana This photo is selected for
Google Earth - ID: 2585032
Pertama yang akan dicari bagi seorang ahli adalah definisi. Apaan sih SITU ?
Menurut Dept PU tentang Penataan Ruang :
22. Situ adalah wadah genangan air di atas permukaan tanah yang terbentuk secara alamiah dan atau air permukaan sebagai siklus hidrologi, dan merupakan salah satu bagian yang juga berperan potensial dalam kawasan lindung;
Sedangkan dari sisi pengairan didefinisikan :
Waduk :
Adalah bangunan untuk menampung air pada waktu terjadi surplus air di sumber air agar dapat dipakai sewaktu-waktu terjadi kekurangan air, sehingga fungsi utama waduk adalah untuk mengatur sumber air. Yang termasuk jenis bangunan ini antara lain adalah:
  1. Waduk buatan/bendungan
  2. Waduk lapangan (pengempangan mata air)
  3. Embung (sejenis waduk kecil di NTB)
  4. Situ (sejenis waduk kecil di jawa barat)
Dengan mengetahui definisi-definisi diatas tentunya akan mempermudah para ahli ini untuk mengerti sebuah bangunan, konstruksi ataupun bentang alam bentukan dari proses alamiah.
Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa yang disebut seitu pada awalnya sebuah tubuh air bentukan alam. Tentusaja dengan ciri-ciri bentukan alam yang berntuknya alami serta “bangunan”-nya terususun oleh material-material alam. Bendung yang dibuat biasanya minimalis, atau sedikit modifikasi. Namun modifikasi inilah yang seringkali diluar kontrol karena sering manusia menganggap bahwa segalanya yang bserasal dari alam ini “aman”.
Aman untuk sebuah konstruksi alamiah semestinya tidak melenakan, Harus dimengerti juga bahwa alam juga menyimpan potensi petaka ketika manusia tidak mengerti perilakunya. Tentusaja, selain potensi petaka, alam juga menyediakan keindahan dan kenikmatan yang dapat diambil oleh manusia.
Saat ini di Indonesia banyak situ-situ yang masih berfungsi sebagai penyeimbang alam, bahkan banyak situ-situ yang dipergunakan sebagai sarana irigasi. “Danau” mini ini menyimpan air cukup banyak yang mampu dipakai untuk mengairi pertanian (sawah).

The Beauty.

“] Situ Gintung (2007)
by Agus G. Riyana This photo is selected for Google Earth - ID: 2584987
Keindahan situ-situ ini banyak yang telah menikmatinya. Tidak hanya menikmati keindahan pemandangan alamnya seperti diatas itu, tetapi juga fungsi pengaturan air untuk irigasi dijaman dulu. Namun fungsi irigasi ini sudah beralih. Saat ini tidak ada lagi tempat buat si Gintung membuang “hajat”.
Salah satu penyebab runtuhnya dinding urugan di sebelah utara ini sangat mungkin karena “penuhnya” air Si Gintung. Biasanya Si Gintung akan dikeeluarkan hajat airnya secara berkala untuk pengairan. Tentusaja pengairan sawah yg konon dulu ada di bawah si Gintung. Namun karena air ini justru ditahan supaya airnya dinikmati keindahannya, si Gintung tidak tahan menahannya.
Kalau saja si Gintung diberi keleluasaan mengeluarkan “hajat”nya, mungkin dia tidak akan marah.
Tahukah kamu bahwa energi yang dikeluarkan oleh si Gintung kemarin itu setara dengan 90 Ton TNT ?
Tunggu dongeng selanjutnya bila Si Gintung Marah !
Bacaan terkait :
«

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar