SISTEM INFORMASI GEOGRAFI

Pengindraan Jauh merupakan ilmu dan seni dalam ekstraksi informasi mengenai suatu obyek, wilayah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh tanpa melaului kontak langsung dengan oyek, wilayah atau fenomena yang dikaji. Sedang SIG adalah suatu sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, menganalisis dan mengaktifkan kembali data yang mempunyai referensi keruangan, untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan perencanaan.
Integrasi dari keduanya akan mengasilkan data yang akura dan efisien dalam hal waktu. Pemanfaatan prooduk pengindraan jauh diawali dengan menggunakan citra cetak yang diintrepetasikan secara manual dan visual yang kemudian berkembang dengan pesat.karena kelebihanya yaitu:
  1. Kemudahan analisis regional secara tepat karena dimungkinkanya synoptic overview pada satu lembar citra berukuran 60 X 60 km atau 180 X 185 km
  2. Kemudahan plotting ke peta dasar, karena tidak menggunakan banyak lembar dengan skala berbeda atau denga distorsi geometric yang berfariasi
Pemanfaatan SIG dimulai pada awal 1960 oleh Tomlinson (Marble dan Peuquet,1983), kemudian pada dekade 1970 negara di amerika twlah menggunakan SIG dalam pengelolaan sumber daya lahan dan perencanaan wilayah.Kemudian Daggermond (1982) mengawali untuk mengembangkan software SIG yang populer yaitu ARC/INFO. Yang kemudian berkembang hingga sekarang. Sistem pengelolaan citra satelit dapat memberikan masukan pada SIG berupa peta tematik hasil ekstraksi informasi dari citra digital dan fasilitas analisa spasial SIG mampu mempertajam kemampuan analisis pengelolaan citra, terutama dalam pemanfaatan data bantu untuk meningkatkan akurasi klasifikasi multispektral.

Jenis data yang digunakan untuk mempresentasikan fenomena di atas secara umum terdapat dua jenis data yaitu data untuk mempresentasikan aspek keruangan (data posisi)/data koordinat (data spasial) yang banyak digunakan dalam sistem perancangan atau yang biasa disebut CAD (Computer aided design) dan data yang kedua adalah jenis data yang mempresentasikan aspek deskriptif. Aspek deskriptif mencakup items dan propertis dan fenomena yang bersangkutan, hingga dimensi waktunya. Jenis data ini sering di sebut data atribut atau data non spasial

Sedangkan Sistem kartografi yang berbasis komputer atau yang biasa disebut CAC (Computer accosted cartographic). Sistem ini banyak digunakan dalam berbagai aplikasi antara lain: rekayasa teknik sipil, pemetaan digital, kartografi, dsb. Jenis data ang digunakan dalam sistem – sistem ini kebanyakan vektor.

Kemapuan dari sistem CAD adalah dalam hal pembuatan grafik, sketsa, diagram, digitasi peta, dan gambar rancangan, pemberian anotasi, pembentukan gambar 2 atau 3 dimensi dan beberapa analisis data spasial yang dimiliki oleh sistem CAD yang sangat bervariasi.
Selain digunakan oleh sistem CAD dan CAC, jenis data spasial juga digunakan dalam sistem pengindraan jauh. Yang membahas mengenai pengumpulan informasi mengenai suatu ojek, kejadian (fenomena) atau area melalui analisis data yang diperoleh dari pengamatan dengan menggunakan peralatan yang sedemikian rupa yang menimbulkan kontak langsung dengan obyek, kejadian atau area yang diamati.

Seiring meningkatnya teknologi satelit pengindraan jauh yang membuat resolusi spasial dari tiap pixel data hasil perekaman citra sensor yang bersangkutan dapat mencapai puluhan bahkan belasan meter, misalnya citra landsat dan SPOT dan juga ada yang mencapai kurang dari satu meter misalnya citra quickbird dan ikonos. Sistem perekaman citra memiliki sifat yang sangat efektif dan efisien dalam waktu yang relatif singkat.

Jenis data yang digunakan dalam pengindraan jauh adalah data raster. Setap sistem pengindraan jauh memiliki kemampuan analisis data spasial sebagaimana CAD. Namun karena hanya menggunakan data spasial maka sistem CAD atau CAC maupun sistem pengolahan citra digital dalam pengindraan jauh hanya mampu menjawab pertanyaan spasial. Misalnya berapa jarak Malang – Surabaya, menetukan jarak terpendek,dan misalnya data penyangga adalah dengan jarak 100 m dari pinggir sungai, berapa rumah atau luas total area peermukiiman yang harus dibebaskan?

Sedangkan data atribut atau data non – spasial digunakan oleh sistem manejemen basis data, yang selanjutnya disebut DBMS (data base management system). Yang digunakan dalam bidang pendidikan, bisnis, teknik, manajemen,dsb. Kelamahan dari sistem ini hanya dapat peertanyaan atribut atau pertanyaan non – spasial. Misalnya berapa rupiah gaji total guru honorer. Dan perkembangan teknologi yang semakin ppesat menuntut analisis, penyimpanan, dan penyajian data yang berstruktur kompleks semakin mendesak diperlukan sistem informasi yang terintegrasi mampu mengolah data spasial maupun data atribut secara efektif dan efisisen. Dan Sistem informasi geografi (SIG) merupakan salah satu jawabanya

Kegiatan pengindraan jauh sangat erat kaitanya dengan survei – pemetaan, dan secara khusus pengelolaan citra digital pengindraan jauh merupakan sistem pengelolaan informasia spasial berbasis komputer, maka pemahaman dan pengertian SIG perlu ada pembahasan secara khusus.

Secara luas SIG adalah sistem manual dan atau komputer yang digunakan untuk mrngumpulkan, menyimpan, mengelola, dan menghasilkan informasi yang mempunyai rujukan spasial atau geografis.

Burrough (1986) mendefinisikan SIG sebagai suatu himpunan alat yang digunakan untuk pengumpulan, penyimpanan, pengaktifan sesuai kehendak, pentransformasi, serta penyajian data spasial dari satu fenomena nyata di permukaan bumi untuk maksud – maksud tertentu.
Aronoff (1989) memberikan batasan SIG sebagai suatu sistem berbasis komputer yang memberikan empat kemampuan untuk menagani data bereferensi geografis, yakni masukan data, pengelolaan atau manajemen data (yang meliputi penyimpanan dan pengaktifan kembali), manipulasi dan analisis, serta hasil atau keluaran.
Perent (dalam Antenucci et al, 1991) menekankan aspek kemampuan SIG mmenghasilkan informasi baru dengan membatasinya sebagai suatu sistem yang memuat data dengan rujukan spasial yang dapat dianalisis dan dikonversi menjadi iinformasi untuk keperlauan tertentu.
Inti dari SIG adalah analisa data untuk mengahasilkan informasi baru
SIG telah banyak digunakan di berbagai institusi, misalnya untuk penggabunggan berbagai peta, membentuk satuan bentuk lahan, Overlay ppeta pada studi erosi, dsb.
Data yang mempresentasikan dunia nyata (real word) dapat disimpan dan diproses sedemikian rupa sehingga dapat disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana dan sesuai kebutuhan. Seperti pada ilustrasi gambar “dunia nyata” (Colo, 2000). Pada awal periode 1970-an telah dikembangkan sistem secara khusus dibuat untuk menangani masalah informasi yang berdefernsi geografii dalam berbagai cara dan bentuk, dengan permasalahan yang meliputi, antara lain : (a) Pengorganisasian data dan informasi,
(b) menempatkan informasi pada lokasi tertentu,
(c) melakukan komputasi, memberikan ilustrasi hubungan satu sama lainya,
beserta analisis spasial lainya secara umum sistem – sistem yang menangani masalah tersebut di atas disebut Sistem Informasi Geografis (SIG)

Definisi SIG senantiasa berkembang, selain itu SIG merupakan suatu bidang kajian ilmu dan teknologi yang relatif baru berikut 5 definisi SIG yang merupakan sebagian kecil dari definisi SIG yang telah beredar di berbagai pustaka.
  1. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan (capturing), menyimpan, memeriksa, mengintegrasiakan, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan data – data yang berhubungan dengan posisi – posisi dii permukaan bumi (Rice, 2000)
  2. SIG adalah sistem yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data manusia, organisasi dan lembaga yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisa dan menyebarkan informasi – informasi mengenai daerah – daerah di muka bumi (Chrismant,1997)
  3. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, mengiintrogasi, dan menganalisa informasi – informasi yang berhubungan dengan muka bumi (Demara,1997)
  4. SIG adalah teknologi informasi yang dapat menganalisa, menyimpan, dan menampilkan baik data spasial maupun non – spasial. SIG mengkombinasikan kekuatan perangkat lunak basis data relasional dan paket perangkat lunak (Guo,2000)
  5. SIG adalah kombinasi perangak keras dan perangkat lunak komputer yang memungkinkan untuk mengelola, menganalisa, memetakan informasi spasial berikut atributnya dengan akuras kartografi (basic,2000)
Menurut Gistut 1994 Kompponen SIG meliputi
  1. Perangkat keras: komputer, mouse, digitizer, printer, plotter, dan scanner
  2. Perangkat lunak: SIG merupakan sistem perangat lunak yang tersusun secara modular dimana basis data memegang peranan penting.
Perangkat lunak yang dikembangkan untuk SIG meliputi dua bagian yaitu:
  1. paket inti yang digunakan untuk pemetaan dasar dan manajemen data
  2. Paket aplikasi yang terintegrasi dengan paket inti untuk menjalankan pemetaan khusus
Bebarapa perangkat lunak yang telah berdar di pasaran antara lain:
1. IDRIS versi 4.1 (for DOS)
2. Mapinfo versi 4.0 (for windows)
Sedangkan untuk pemilihan perangkat lunak Sig sangat bergantung pada beberapa faktor termasuk tujuan aplikasi, biaya pembelian dan pemeliharaan, kesiapan dan kemampuan personil pengguna dan agen perangkat lunak yang bersangkutan. WGIAC (wyoming geographic information advisory council) membuat standart umum sebagai berikut (Wgiac,2000):
  1. Sistem informasi: berbasis UNIX (X Windows) atau Windows (Win 98, Win03, WinNT)
  2. Model data spasial: raster dan vektor, namun dengan prioritas tinggi pada model data spasial vektor.
  3. Basisdata: bila menggunakan basisdata relasional,harus sesuai dengan standart SQL (FIPS 127-2). Sebagaimana dideskripsiskan di dalam sistem manajemen, basisdata untuk standart multiuser. Bila tidak menggunakan basisdata relasional, maka basisdata tersebut harus mampu melakukan eksport atau import ke dalam basis data rellasional (SQL).
  4. Data dan Informasi geografis: SIG dapat mengumpulkan dan menyimpan data dan informasi yang diperlukan secara tidak langsung atau dengan mengimportnya dari perangkat lunak SIG lainya.
  5. Manajemen: Suatu proyek GIS akan berhasil bila dimage dengan baik dan dikerjakan oleh orang yang memiliki keahlian yang tepat pada semua tingkatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar