Tektonik Bumi



Kita yang pernah bersekolah pernah mendapat pelajaran geografi di sekolah menengah (terima kasih untuk Ibu Soja yang pernah memaksa muridnya menghafal istilah-istilah geografi). Salah satu kajian di pelajaran tersebut adalah istilah tektonik.
Pelat tektonik kawasan Indonesia
Tektonik adalah kajian yang menyinggung struktur dan bentuk bumi khususnya lapisan batuan yang membentuk benua, pulau atau gunung, dalam arsitektur adalah kajian tentang perancangan bentuk. Pulau atau benua ditopang oleh sebuah pelat/landasan yang keras ke dasar bumi yang tertutup oleh lautan, tentunya pelat ini lebih lebar daripada dengan yang tampak di permukaan yang menjadi batas daratan dengan lautan yang disebut pantai.
Tiap pulau atau benua memiliki pelat masing-masing yang berdiri sendiri atau bersamaan. Tiap pelat ini bergeser pelan-pelan sedikit demi sedikit ke arah tertentu. Apa yang tergambar di atlas sekarang berbeda dengan kondisi bumi ribuan tahun yang lalu. Pelat-pelat yang bergeser ini memungkinkan timbulnya pelat baru karena keretakan, juga bisa membentuk “sungai di dasar laut” karena pelat saling berjauhan (disebut palung).
Garis-garis antar pelat ini kemudian disebut garis tektonik, di mana Indonesia adalah ujung dari dua garis tektonik besar dunia, garis pertama dari India, Burma, selatan Sumatera, selatan Jawa, selatan kepulauan Nusa Tenggara dan ke utara sampai ke kepulauan Maluku. Garis yang kedua adalah dari utara Jepang, pelat Filipina (berbatasan dengan pelat Pasifik, di sini ada palung terdalam — palung Mariana) dan berakhir di kepulauan Maluku. Pulau Irian termasuk ke dalam pelat Australia yang berbatasan dengan pelat Sunda yang membentuk palung Jawa dan palung Banda.
Jika melihat peta tektonik — pelat Sunda ini masih termasuk ke dalam pelat Eurasia, pelat besar yang menopang benua Eropa dan Asia, hingga ilmuwan lebih fokus ke palungnya yaitu palung Sunda, palung Jawa dan palung Banda.
Gempa yang terjadi di samudera Hindia berkaitan dengan deformasi mendadak antara pelat India, pelat Burma di sekitar palung Sunda (tepatnya 14 titik epicenter di sepanjang palung Sunda 200-300Km dari Aceh). Dari informasi Wikipedia yang terjadi adalah pergeseran mendadak vertikal sekitar 10 meter pelat India dan pelat Burma serta pergeseran 15 meter pelat India dan pelat Burma menjauh. Hal inilah yang menjadikan terjadinya pergeseran pelat di kedalaman 1.200km dan gempa bawah laut sedalam 30km di bawah permukaan laut dengan skala magnitude 9, menyebabkan air laut di sekitar epicenter turun mendadak dan di sekelilingnya air laut naik kemudian menjadi ombak besar menyebar 360° dengan kecepatan 800Km/jam, bisa anda analogikan seperti menepuk air di tengah ember, air akan beriak membentuk gelombang ke pinggir ember dan tumpah, itulah tsunami dalam skala kecil.
Cairan panas dari dalam bumi (magma) ikut bergerak akibat gempa ini, sehingga sering diprediksikan setelah gempa bumi terjadi bisa diikuti dengan naiknya aktivitas vulkanik, karena Indonesia berada di garis tektonik tentunya diikuti pula dengan garis vulkanik dari sepanjang Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara sampai ke kepulauan Maluku dan Sulawesi.
Akankah ada kenaikan aktivitas vulkanik di sepanjang pulau Sumatera? Kita tunggu saja kabar dari para pakar Geologi, semoga bukan sesuatu yang menyeramkan.
Popularity: 10% [?]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar